Dalam beberapa bulan terakhir, harga DRAM, terutama DDR5, mengalami lonjakan signifikan akibat tingginya permintaan, terutama dari sektor AI dan data center. Mengutip GSM Arena, laporan industri menunjukkan harga RAM dapat mengalami peningkatan lebih dari 100% dalam waktu singkat.
Peningkatan ini dilaporkan akibat keterbatasan stok dan prioritas produksi untuk pasar enterprise. Kondisi ini membuat biaya produksi perangkat seperti smartphone, laptop, dan PC meningkat, sehingga produsen harus mencari cara untuk tetap menjaga harga jual tetap kompetitif.
Alih-alih langsung menaikkan harga perangkat secara signifikan, Samsung dikabarkan mempertimbangkan pendekatan berbeda, yaitu mengurangi kapasitas RAM pada beberapa model perangkat. Strategi ini dinilai sebagai cara untuk menekan biaya produksi tanpa harus membebankan kenaikan harga secara langsung ke konsumen.
Sebagai contoh, jika sebelumnya standar RAM di kelas tertentu adalah 12GB atau 16GB, di masa mendatang, Samsung berpeluang untuk mengembalikan kapasitas tersebut ke konfigurasi lebih rendah seperti 8GB untuk menjaga harga tetap terjangkau.
Pendekatan ini berpotensi membawa beberapa konsekuensi yaitu perangkat mungkin memiliki RAM lebih kecil dibanding generasi sebelumnya, diferensiasi antara model standar dan premium semakin jelas, dan konsumen mungkin perlu membayar lebih untuk mendapatkan konfigurasi RAM tinggi.
Fenomena ini juga tidak hanya terjadi pada Samsung. Banyak produsen lain diperkirakan akan mengambil langkah serupa untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar memori yang tidak stabil. Salah satu penyebab utama kenaikan harga RAM adalah pergeseran produksi ke segmen lebih menguntungkan, seperti memori untuk AI dan server.
Akibatnya, pasokan untuk perangkat konsumen menjadi terbatas, sementara permintaan terus meningkat. Hal ini menciptakan tekanan besar pada produsen smartphone yang harus menyeimbangkan antara spesifikasi, harga, dan profitabilitas.
Jika tren ini berlanjut, pasar smartphone 2026–2027 bisa mengalami perubahan pola spesifikasi seperti RAM besar menjadi fitur premium, varian entry-level kembali ke kapasitas lebih rendah, dan harga perangkat flagship berpotensi mengalami peningkatan.
Dengan kata lain, RAM yang sebelumnya dianggap standar kini bisa kembali menjadi faktor pembeda utama dalam strategi pemasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News