Ilustrasi: Ericsson
Ilustrasi: Ericsson

Ericsson Pimpin Infrastruktur Jaringan 5G Global 6 Tahun Berturut-turut

Mohamad Mamduh • 11 Mei 2026 16:17
Ringkasnya gini..
  • Dalam laporan tersebut, Ericsson berhasil mengungguli 20 perusahaan terkemuka dari total lebih dari 100 pelaku industri global yang dievaluasi.
  • Keunggulan Ericsson didorong oleh investasi berkelanjutan dalam Riset dan Pengembangan (R&D).
  • Kolaborasi strategis dengan operator lokal terus ditingkatkan guna membangun jaringan yang cerdas, aman, dan efisien.
Jakarta: Ericsson kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin global dalam laporan Frost Radar: 5G Network Infrastructure, 2026 yang dirilis oleh Frost & Sullivan. Pencapaian ini menandai keberhasilan perusahaan mempertahankan posisi teratas selama enam tahun berturut-turut dalam aspek pertumbuhan (growth) dan inovasi (innovation).
 
Dalam laporan tersebut, Ericsson berhasil mengungguli 20 perusahaan terkemuka dari total lebih dari 100 pelaku industri global yang dievaluasi. Pengakuan ini muncul di tengah tren kebutuhan industri akan jaringan yang lebih luas, berbasis kecerdasan buatan (AI), dan memiliki efisiensi energi yang tinggi.
 
Portofolio infrastruktur 5G Ericsson yang menyeluruh—mulai dari radio access network (RAN), transport, hingga core dan edge network—menjadi pilar utama keberhasilan ini.

Keunggulan Ericsson didorong oleh investasi berkelanjutan dalam Riset dan Pengembangan (R&D). Pada tahun 2025, perusahaan mengalokasikan hampir 21 persen dari pendapatannya untuk R&D. Fokus utama inovasi ini mencakup pengembangan network API serta integrasi AI untuk mengotomatisasi operasional jaringan di seluruh lini produk.
 
Per Narvinger, Executive Vice President Ericsson, menyatakan bahwa penerapan AI telah merambah ke berbagai aspek, mulai dari Massive MIMO hingga management transport dan core. Langkah ini memberikan dampak nyata pada terciptanya jaringan 5G yang lebih terbuka dan terotomatisasi.
 
Selain inovasi teknologi, Ericsson menunjukkan komitmen kuat terhadap isu lingkungan. Perusahaan telah berhasil menurunkan konsumsi energi di lokasi base station radio baru sebesar 40 persen pada 2025 dibandingkan tahun 2021. Target ini ditingkatkan menjadi 50 persen pada tahun 2027 melalui modernisasi perangkat keras dan inovasi perangkat lunak berbasis AI.
 
Di Indonesia, pencapaian global ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekosistem 5G nasional. Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, menekankan bahwa 5G adalah infrastruktur krusial bagi daya saing ekonomi nasional.
 
"Ericsson berkomitmen menghadirkan teknologi yang terbukti secara global untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045," ujar Nora. Kolaborasi strategis dengan operator lokal terus ditingkatkan guna membangun jaringan yang cerdas, aman, dan efisien untuk mendukung transformasi digital lintas sektor di tanah air.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA