Kena Tuduhan Pelecehan, Eksekutif Google Mundur?

Ellavie Ichlasa Amalia 31 Oktober 2018 20:48 WIB
google
Kena Tuduhan Pelecehan, Eksekutif Google Mundur?
Director Google X mundur atas tuduhan pelecehan seksual.
Jakarta: Rich DeVaul, Director dari divisi penelitian Google, Google X telah meninggalkan perusahaan setelah dituduh telah melakukan pelecehan seksual. 

DeVaul meninggalkan perusahaan pada hari Selasa tanpa pesangon, ungkap narasumber yang tahu tentang masalah ini, mengonfirmasi laporan Axios.

Dia keluar satu minggu setelah New York Times melaporkan bahwa Google meminta kreator Android, Andy Rubin untuk mengundurkan diri dan membayar USD90 juta meski dia terbukti melakukan pelecehan seksual, lapor CNET


Saat ini, tokoh masyarakat di Amerika Serikat memang sering terkena masalah akibat tuduhan pelecehan seksual atau bahkan pemerkosaan. Tokoh masyarakat itu beragam, mulai dari politikus, selebritas, sampai eksekutif perusahaan teknologi.

Di industri teknologi, perusahaan seperti Uber harus berhadapan dengan lingkungan kerja yang penuh dengan pelecehan seksual. Para pemodal ventura seperti Chris Sacca dan Dave McClure juga mendapatkan protes keras karena tuduhan pelecehan seksual. 

DeVaul sendiri adalah salah satu orang yang disebutkan dalam laporan Times tentang keluarnya Rubin. Disebutkan, DeVaul mengajak seorang pelamar wanita untuk tidur bersama dalam wawancara kerja pada 2013.

Google kemudian disebutkan telah menyelidiki masalah ini setelah sang pelamar kerja protes. Mereka mengatakan, mereka telah mengambil "tindakan sepatutnya", meski DeVaul tetap bekerja di perusahaan. 

Dalam sebuah pernyataan pada Time, DeVaul meminta maaf atas kesalahannya. 

Skandal ini mendorong CEO Google Sundar Pichai untuk meminta maaf atas cara perusahaan mengatasi kasus pelecehan seksual. Dia juga menyebutkan bahwa ke depan, Google akan memberikan hukuman yang lebih tegas. 

"Saya meminta maaf atas perilaku kami di masa lalu dan kerugian yang kami sebabkan pada para pekerja," kata Pichai dalam sebuah email yang didapatkan oleh Axios.

"Larry membahas ini minggu lalu, tapi topik ini perlu diangkat kembali. Jika ada seorang pekerja Google yang memiliki pengalaman seperti yang dilaporkan oleh New York Times, kami bukanlah perusahaan yang kami impikan."



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.