DeVaul meninggalkan perusahaan pada hari Selasa tanpa pesangon, ungkap narasumber yang tahu tentang masalah ini, mengonfirmasi laporan Axios.
Dia keluar satu minggu setelah New York Times melaporkan bahwa Google meminta kreator Android, Andy Rubin untuk mengundurkan diri dan membayar USD90 juta meski dia terbukti melakukan pelecehan seksual, lapor CNET.
Saat ini, tokoh masyarakat di Amerika Serikat memang sering terkena masalah akibat tuduhan pelecehan seksual atau bahkan pemerkosaan. Tokoh masyarakat itu beragam, mulai dari politikus, selebritas, sampai eksekutif perusahaan teknologi.
Di industri teknologi, perusahaan seperti Uber harus berhadapan dengan lingkungan kerja yang penuh dengan pelecehan seksual. Para pemodal ventura seperti Chris Sacca dan Dave McClure juga mendapatkan protes keras karena tuduhan pelecehan seksual.
DeVaul sendiri adalah salah satu orang yang disebutkan dalam laporan Times tentang keluarnya Rubin. Disebutkan, DeVaul mengajak seorang pelamar wanita untuk tidur bersama dalam wawancara kerja pada 2013.
Google kemudian disebutkan telah menyelidiki masalah ini setelah sang pelamar kerja protes. Mereka mengatakan, mereka telah mengambil "tindakan sepatutnya", meski DeVaul tetap bekerja di perusahaan.
Dalam sebuah pernyataan pada Time, DeVaul meminta maaf atas kesalahannya.
Skandal ini mendorong CEO Google Sundar Pichai untuk meminta maaf atas cara perusahaan mengatasi kasus pelecehan seksual. Dia juga menyebutkan bahwa ke depan, Google akan memberikan hukuman yang lebih tegas.
"Saya meminta maaf atas perilaku kami di masa lalu dan kerugian yang kami sebabkan pada para pekerja," kata Pichai dalam sebuah email yang didapatkan oleh Axios.
"Larry membahas ini minggu lalu, tapi topik ini perlu diangkat kembali. Jika ada seorang pekerja Google yang memiliki pengalaman seperti yang dilaporkan oleh New York Times, kami bukanlah perusahaan yang kami impikan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News