Foto: TransTrack
Foto: TransTrack

TransTRACK Akselerasi Digitalisasi Maritim Global di APM Singapore 2026

Mohamad Mamduh • 06 April 2026 13:12
Ringkasnya gini..
  • Sebagai contoh, jika terjadi lonjakan konsumsi bahan bakar, sistem dapat langsung mengaitkannya dengan faktor operasional.
  • TransTRACK mengeklaim solusinya dapat meningkatkan produktivitas armada hingga 40% dan mengurangi biaya penggunaan kendaraan hingga 30%.
  • TransTRACK optimis dapat menciptakan industri maritim yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.
Jakarta: Di tengah tantangan kenaikan harga bahan bakar dan tuntutan regulasi yang semakin ketat, TransTRACK berpartisipasi dalam ajang internasional Asia Pacific Maritime (APM) 2026 di Singapura pada 25–27 Maret lalu, untuk memperkenalkan solusi monitoring maritim terpadu berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).
 
Partisipasi ini menjadi momentum strategis bagi TransTRACK untuk menampilkan ekosistem digital yang mampu mengatasi hambatan utama industri, seperti terbatasnya visibilitas real-time dan inefisiensi proses manual. Inovasi yang dipamerkan mencakup sistem pemantauan kapal secara langsung, monitoring distribusi bahan bakar yang akurat, serta pengawasan pelabuhan yang terintegrasi dengan Automatic Identification System (AIS) dan CCTV.
 
Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menyatakan bahwa APM merupakan platform penting untuk menunjukkan kapabilitas teknologi perusahaan kepada audiens internasional. “Kami melihat ini sebagai momentum untuk memperkuat eksistensi sekaligus membangun kepercayaan terhadap solusi yang kami kembangkan,” ujarnya.

Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah integrasi data operasional ke dalam satu dashboard terpadu. Aris Pujud Kurniawan, Co-founder dan CTO TransTRACK, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan analisis proaktif.
 
Sebagai contoh, jika terjadi lonjakan konsumsi bahan bakar, sistem dapat langsung mengaitkannya dengan faktor operasional seperti RPM mesin atau rute pelayaran, serta memberikan peringatan secara real-time untuk tindakan korektif cepat.
 
Kehadiran TransTRACK di APM 2026 juga mendapat dukungan resmi dari pemerintah Indonesia melalui kunjungan Hotmangaradja Pandjaitan, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.
 
Dukungan ini menegaskan bahwa inovasi karya anak bangsa mampu bersaing dan memberikan nilai tambah di level global, terutama dalam meminimalisir kecurangan operasional dan mendukung implementasi green technology.
 
Sebagai perusahaan yang berfokus pada fleet operation optimizer dan supply chain integrator, TransTRACK mengeklaim solusinya dapat meningkatkan produktivitas armada hingga 40% dan mengurangi biaya penggunaan kendaraan hingga 30%.
 
Melalui digitalisasi, TransTRACK optimis dapat menciptakan industri maritim yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA