Mengutip Digital Trends, integrasi tersebut akan memanfaatkan kemampuan voice AI ChatGPT untuk membantu pengguna menyusun alur presentasi, membuat isi slide, hingga menyiapkan catatan presentasi secara otomatis.
Pengguna nantinya cukup menjelaskan ide atau topik presentasi secara lisan, lalu AI akan membantu mengubahnya menjadi deck PowerPoint lebih terstruktur. Pendekatan ini disebut menjadi bagian dari tren baru conversational productivity, yaitu ketika AI tidak lagi hanya digunakan lewat teks.
Pendekatan ini juga mewakili kemampuan AI yang dapat dimanfaatkan melalui percakapan natural layaknya berbicara dengan asisten pribadi digital. Selain itu, pengguna juga dilaporkan akan dapat meminta AI membuat outline presentasi, menyusun poin utama, memilih desain visual, hingga menghasilkan speaker notes otomatis hanya melalui instruksi suara.
Sistem AI kemudian akan menyesuaikan isi presentasi berdasarkan konteks percakapan pengguna. Integrasi AI untuk presentasi sebenarnya mulai berkembang pesat sepanjang tahun 2025 hingga tahun 2026.
Sejumlah layanan seperti Gamma, Microsoft Copilot, hingga berbagai tools AI presentation generator lain telah menghadirkan kemampuan membuat slide otomatis berbasis prompt. Namun, pendekatan ChatGPT disebut lebih fokus pada interaksi natural dan iteratif melalui percakapan langsung.
Integrasi ChatGPT ini dilaporkan dapat membantu pengguna menyempurnakan isi slide secara real-time. Pengguna cukup meminta perubahan tertentu seperti memperpendek teks, menambahkan visual, atau mengubah gaya presentasi agar lebih formal maupun santai.
Sebagai pengingat, OpenAI sebelumnya telah memperluas kemampuan ChatGPT ke berbagai format dokumen, termasuk PDF, spreadsheet, hingga presentasi. Di situs resminya, OpenAI juga sudah menghadirkan fitur Chat with Presentations, memungkinkan pengguna mengunggah file PowerPoint untuk dirangkum, diperbaiki, atau dikembangkan lebih lanjut melalui percakapan AI.
Perkembangan ini diperkirakan akan semakin mengubah cara orang membuat presentasi kerja maupun akademik. Dengan sistem AI berbasis suara, proses brainstorming dan penyusunan slide berpotensi menjadi jauh lebih cepat dibandingkan dengan metode presentasi tradisional.
Meski demikian, sejumlah pihak juga menyoroti tantangan penggunaan AI untuk presentasi, terutama terkait akurasi informasi, kualitas narasi, dan risiko isi slide yang terlalu generik. Karena itu, pengguna tetap disarankan melakukan pemeriksaan manual sebelum presentasi digunakan secara profesional.
Hingga saat ini, belum ada jadwal resmi terkait peluncuran penuh integrasi voice AI ChatGPT untuk PowerPoint. Namun, tren pengembangan AI presentasi diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama industri produktivitas digital sepanjang tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News