Samsung Galaxy A7 (2018) Jadi Penerus Tiga Ponsel
Samsung Galaxy A7 (2018) seri Gold.
Kuala Lumpur: Telah dirilis beberapa minggu lalu, Samsung tetap memperkenalkan Galaxy A7 pada acara pengumuman Galaxy A9 Kamis 11 Oktober 2018. Sayangnya, kehadiran smartphone terbaru Samsung ini turut membawa berita sedih untuk perangkat lainnya.

“Galaxy A6 sudah diskontinu, Galaxy A8 dan A8+ juga. Tapi perangkat ini masih tersedia di pasar, hingga unit habis, meski kami tidak akan memproduksi unit baru dari perangkat ini lagi," ujar IT & Mobile Senior Product Marketing Manager Samsung Indonesia Selvia Gofar.

Namun untuk saudara Galaxy A6, yaitu Galaxy A6 Plus, Selvia menyebut bahwa Samsung masih meneruskan produksi unit ini.


Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant menyebut ketiga perangkat yang telah dihentikan proses produksinya tersebut karena Galaxy A7 (2018) dan A9 (2018) dapat menjadi pilihan lebih baik bagi konsumen.

Selain itu, Galaxy A8 dan A8+ juga dinilai memiliki harga lebih tinggi jika dibandingkan dengan Galaxy A7 (2018), begitu juga dengan Galaxy A6. Namun, Galaxy A6 Plus yang saat ini dipasarkan dengan harga tergolong terjangkau, sekitar Rp3.999.000.

Harga terjangkau dan dukungan kamera ganda yang dinilai masih dibutuhkan konsumen menjadi penguat keputusan Samsung untuk mempertahankan smartphone ini.

Sebagai informasi, Samsung Galaxy A7 (2018) versi RAM 4GB dan ruang penyimpanan internal 64GB telah ditawarkan via program pre-order.

Program yang dilangsungkan sejak tanggal 12 Oktober hingga 19 Oktober mendatang di sejumlah situs e-commerce mitra Samsung ini ditawarkan seharga Rp4.499.000, dengan dukungan promosi berupa cashback sebesar Rp500.000 bagi konsumen pemesan smartphone pada program pre-order ini.

Samsung juga menjanjikan akan menghadirkan Galaxy A7 (2018) dengan varian RAM 6GB dan ruang penyimpanan 128GB di Indonesia, dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu mendatang.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.