Tren teknologi tersebut juga belum menjangkiti konsumen di Indonesia dalam hal solusi backup untuk perangkat mereka. Padahal, SanDisk menilai teknologi tersebut justru menawarkan kemudahan bagi pengguna dalam melakukan backup.
"Orang Indonesia secara umum mau yang gampang dan ga ribet. Padahal sebenarnya ga susah, sama halnya seperti terkoneksi ke jaringan Wi-Fi. Cukup satu kali terkoneksi, ke depannya ga perlu menyesuaikan pengaturan lagi," ujar Country Sales Manager SanDisk Idris Effendi.
Pria yang akrab disapa Idris tersebut turut menjelaskan bahwa SanDisk tidak menutup kemungkinkan untuk terjun secara lebih dalam untuk mendukung perkembangan tren nirkabel tersebut. Hanya, untuk saat ini, SanDisk masih terfokus untuk mengedukasi masyarakat terkait kemudahan yang dihadirkan teknologi nirkabel melalui berbagai kampanye.
Selain itu, disinggung soal kompetisi akibat kemuculan sejumlah perangkat dari kompetitor dengan fitur serupa dan harga lebih terjangkau, Idris menyebut SanDisk menilai kompetisi bukan sebagai hal yang menakutkan.
Kompetisi dinilai SanDisk justru memicu perusahaan yang dinaungi oleh Western Digital tersebut untuk menghadirkan produk terbaik bagi konsumen. SanDisk, lanjut Idris, bicara soal inovasi dan bersaing untuk memberikan produk terbaik di segi desain, software dan daya tahan.
SanDisk mengaku tidak ingin menghadirkan produk dengan harga murah, namun kurang baik pada segi kualitas, sehingga cepat rusak meski baru digunakan selama satu atau dua tahun.
SanDisk juga menyebut akan memperluas titik distribusi perangkat secara bertahap di masa mendatang, sebab saat ini produk yang dihadirkan di Indonesia masih tergolong sedikit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News