Ilustrasi penipuan ATM.
Ilustrasi penipuan ATM.

Diserang Malware, Bank di Thailand Kehilangan Rp4,6 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia • 29 Agustus 2016 14:10
medcom.id: Bank Penyimpanan Pemerintah (GSB) di Thailand terpaksa menonaktifkan hampir setengah dari total ATM yang ia miliki setelah serangan malware yang membuatnya kehilangan uang sebesar THB12 juta atau sekitar Rp4,6 miliar.
 
Pada tanggal 23 Agustus, GSB menonaktifkan 47 persen dari total ATM yang ia miliki, yaitu sekitar 3.300 mesin dari 7.000 mesin ATM yang ada. Mesin-mesin ATM yang terpengaruh oleh serangan ini adalah mesin bermerek NCR dari Skotlandia.
 
Keputusan ini GSB ambil setelah mereka menemukan bahwa 5 orang asal Eropa Timur berhasil mencuri THB12 juta dari 21 mesin ATM mereka yang tersebar di 6 provinsi, yaitu Phuket, Surat Thani, Chumphon, Prachuap Khiri Khan, Phetchaburi dan Bangkok.

Menurut Bangkok Post, pihak berwajib yang terlibat dalam penyelidikan berkata bahwa mereka memiliki rekaman video keamanan ketika para tersangka sedang melakukan pencurian.
 
Video tersebut memperlihatkan bagaimana para pelaku memasukkan kartu elektronik buatan Ukraina ke dalam 21 ATM yang telah terinfeksi oleh malware. Setelah itu, para tersangka mengambil jutaan baht sebelum sebagian dari mereka dikabarkan melarikan diri dari Thailand.
 
Para pelaku mengambil uang ini langsung dari bank, kata President GSB, Chartchai Payuhanaveechai, dan bukannya dari rekening nasabah, seperti yang disebutkan Tripwire.
 
Tampaknya ini bukan pertama kalinya para pelaku menyerang ATM untuk mencuri uang. Jenderal Polisi Panya Mamen percaya, orang-orang yang sama menggunakan malware untuk menginfeksi mesin ATM demi mencuri USD2.1 juta (Rp27,9 miliar) dari 8 bank terbaik di Taiwan di bulan Juli lalu, memaksa para bank yang menjadi korban untuk menonaktifkan jaringan ATM mereka. Saat ini, para penyelidik masih mencari para pelaku.
 
Sementara itu, GSB telah mengirimkan hard disk dari ATM yang terinfeksi malware pada NCR untuk dianalisa. Mereka juga telah kembali mengaktifkan 3.343 mesin ATM yang diberikan oleh sang vendor setelah mereka memeriksa mesin-mesin ATM yang terinfeksi secara teliti.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA