Ilustrasi.
Ilustrasi.

Teknologi AI Kalahkan 15 Dokter dalam Diagnosis Tumor Otak

Cahyandaru Kuncorojati • 03 Juli 2018 11:11
Jakarta: Kabar kecanggihan AI di bidang kesehatan datang dari Tiongkok.
 
Media lokal Tiongkok yakni Xinhua menyebut teknologi tersebeut mengalahkan kemampuan diagnosis 15 dokter ahli senior ternama di Tiongkok.
 
Teknologi bernama BioMind AI dikembangkan lembaga Artificial Intelligence Research Centre for Neurological Disorders at the Beijing Tiantan Hospital dan tim riset dari Capital Medical University.

Baik teknologi AI dan tim manusia berkompetisi melakukan pengujian diagnosis atas kasus penyakit tumor otak dan hematoma atau penggumpalan di pembuluh darah.
 
Diperoleh hasil bahwa teknologi AI tersbeut mampu menghasilkan diagnosis dengan benar terhadap 225 kasus dengan tingkat akurasi 87 persen dalam waktu 15 menit. Sementara tim 15 dokter tadi hanya menghasilkan tingkat akurasi 66 persen dalam waktu lebih lama.
 
Dijelaskan bahwa teknologi BioMind AI dilatih dengan mengolah data dari ribuan gambar atau foto hasil diagnosis yang terkait dengan penyakit tersebut, yang merupakan data milik Tiantan Hospital selama 10 tahun.
 
Executive Vice President Tiantan Hospital Wang Yongjun menuturkan bahwa selama ini data medis yang dimiliki sama sekali belum pernah disentuh untuk pelatihan teknologi AI. Dia menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak peduli siapapun yang menang dalam kompetisi ini.
 
Dia tidak ingin keahlian manusia tergeser, tapi justru meningkatkan interaksi manusia dengan teknologi dalam pengembangan teknologi dan layanan di bidang medis. Wan menyadari bahwa beberapa dokter mungkin akan merasa skeptis atas hal ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA