Teknologi ini diklaim mampu memberikan peningkatan dalam performa pusat data, dengan hingga 5 kali throughput token, 4 kali efisiensi energi, serta 2 kali kecepatan ingest data dibandingkan solusi sebelumnya.
BlueField-4 STX menggabungkan prosesor NVIDIA BlueField-4 yang terdiri dari Vera CPU dan ConnectX-9 SuperNIC, serta terintegrasi dengan Spectrum-X Ethernet, perangkat lunak DOCA, dan platform AI Enterprise.
Salah satu fitur utama adalah hadirnya CMX (Context Memory Storage), yang memperluas kapasitas memori GPU untuk mendukung inferensi berskala besar dan pemrosesan konteks panjang.
Peluncuran ini mendapat dukungan luas dari berbagai pemain industri. Sejumlah penyedia layanan cloud seperti CoreWeave, Crusoe, IREN, Lambda, Mistral AI, Nebius, Oracle Cloud Infrastructure, dan Vultr telah menjadi pengguna awal.
Sementara itu, perusahaan penyimpanan besar seperti Dell Technologies, NetApp, IBM, HPE, hingga VAST Data juga menyatakan komitmennya terhadap ekosistem STX.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menegaskan bahwa era agentic AI membutuhkan fondasi penyimpanan baru yang mampu menjaga data tetap dekat dengan komputasi. “Untuk memastikan AI dapat berinteraksi secara real-time dengan konteks panjang, kita harus merombak tumpukan penyimpanan tradisional,” ujarnya.
Produk berbasis STX diperkirakan mulai tersedia melalui mitra manufaktur seperti Supermicro, QCT, dan AIC pada paruh kedua tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News