Informasi ini muncul dari dokumen panduan Windows untuk gaming yang sempat dipublikasikan, sebelum akhirnya ditarik kembali.
Dikutip dari laporan situ Tom’s Hardware, dalam dokumen tersebut Microsoft menyebut 16GB sebagai “practical starting point”, namun mendorong pengguna untuk beralih ke 32GB jika ingin sistem yang lebih tahan lama ke depan.
Perubahan ini tidak lepas dari tren industri hardware. Data survei pengguna PC menunjukkan konfigurasi 32GB mulai meningkat popularitasnya, meski 16GB masih menjadi yang paling umum digunakan saat ini.
Namun, peningkatan kebutuhan performa dari game modern dan aplikasi pendukung membuat kapasitas RAM yang lebih besar semakin relevan. Game AAA terbaru kini membutuhkan ruang memori lebih luas, terutama saat dijalankan bersamaan dengan aplikasi seperti Discord atau software lain di latar belakang.
Selain itu, RAM yang lebih besar membantu sistem mengurangi ketergantungan pada page file di storage, yang memiliki kecepatan jauh lebih rendah dibanding memori utama.
Kapasitas RAM juga berpengaruh pada performa GPU, terutama untuk kartu grafis dengan VRAM terbatas, misalnya 8GB. Dalam kondisi tertentu, sebagian beban grafis akan dialihkan ke RAM sistem, sehingga kapasitas yang lebih besar dapat membantu menjaga performa tetap stabil.
Hal ini juga berlaku pada perangkat yang menggunakan APU, seperti seri Ryzen AI terbaru, yang mengandalkan memori sistem untuk kinerja grafis terintegrasi.
32GB Bukan Wajib
Meski demikian, Microsoft tidak secara resmi menetapkan 32GB sebagai standar wajib. Sebagian besar pengembang game masih menjadikan 16GB sebagai kebutuhan minimum.Namun, tren menunjukkan bahwa 32GB mulai menjadi standar baru, terutama untuk penggunaan jangka panjang atau pengaturan grafis tinggi seperti resolusi 4K Ultra.
Bahkan, beberapa game tertentu sudah mulai merekomendasikan RAM lebih besar, seperti Microsoft Flight Simulator 2024 yang menyebut 64GB sebagai konfigurasi ideal.
Selain RAM, Microsoft juga menegaskan pentingnya penggunaan SSD untuk gaming di 2026. Dalam panduannya, perusahaan menyebut bahwa sistem operasi dan game aktif sebaiknya tidak lagi dijalankan dari hard disk (HDD).
HDD kini hanya disarankan untuk penyimpanan data, sementara SSD dianggap sebagai standar untuk performa optimal, terutama dengan hadirnya teknologi seperti DirectStorage yang semakin banyak digunakan.
Di sisi lain, peningkatan kebutuhan RAM ini terjadi di tengah kondisi pasar yang tidak ideal. Harga memori mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir akibat lonjakan permintaan dari industri AI, yang menyerap kapasitas produksi secara besar-besaran.
Kondisi ini membuat RAM, khususnya DDR5, masih relatif mahal bagi banyak pengguna. Meski demikian, rekomendasi 32GB tetap dinilai relevan secara teknis, meski belum sepenuhnya terjangkau bagi semua kalangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News