Xiaomi mengungkap alasan batal merilis pesaing iPhone Air, karena memilih mengutamakan baterai, pendinginan, dan performa dibandingkan dengan desain ultra-tipis.
Xiaomi mengungkap alasan batal merilis pesaing iPhone Air, karena memilih mengutamakan baterai, pendinginan, dan performa dibandingkan dengan desain ultra-tipis.

Xiaomi Ungkap Alasan Batal Merilis Pesaing iPhone Air

Lufthi Anggraeni • 18 Mei 2026 18:31
Ringkasnya gini..
  • Xiaomi membatalkan proyek smartphone ultra-tipis pesaing iPhone Air meski sudah mendekati produksi massal.
  • Xiaomi menilai desain terlalu tipis memaksa kompromi besar pada baterai, pendinginan, dan performa.
  • Xiaomi kini memilih fokus pada seri Max dengan baterai besar dan peningkatan hardware lebih menyeluruh.
Jakarta: Xiaomi mengungkap bahwa sempat mengembangkan smartphone ultra-tipis untuk menyaingi lini iPhone Air milik Apple. Namun, proyek tersebut akhirnya dibatalkan meski sudah mendekati tahap produksi massal.
 
Mengutip Gizmochina, informasi ini disampaikan langsung oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing, dalam sesi livestream. Lu Weibing menjelaskan bahwa Xiaomi telah menyelesaikan tahap perencanaan dan riset awal untuk perangkat tersebut sebelum akhirnya memutuskan menghentikan proyek pada menit-menit terakhir.
 
Menurut Lu Weibing, alasan utama pembatalan adalah kompromi besar terhadap pengalaman penggunaan sehari-hari. Xiaomi menilai desain smartphone terlalu tipis membuat perusahaannya harus mengorbankan kapasitas baterai, sistem pendingin, dan performa perangkat secara keseluruhan.

Selain itu, Lu Weibing menjelaskan bahwa semakin tipis smartphone, semakin sulit pula memasukkan baterai berkapasitas besar dan sistem pendingin memadai tanpa memengaruhi kenyamanan penggunaan.
 
Karenanya, Xiaomi memilih untuk tidak merilis perangkat yang terlihat menarik secara desain tetapi memiliki keterbatasan dalam penggunaan nyata. Laporan lain menyebut bahwa prototipe perangkat tersebut memiliki ketebalan sekitar 5,5 mm dan ditenagai chipset flagship terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 5.
 
Namun, ruang internal yang sangat terbatas membuat pendinginan vapor chamber sulit diterapkan secara optimal sehingga performa berkelanjutan dianggap tidak memenuhi standar Xiaomi. Sebagai gantinya, Xiaomi kini lebih fokus pada pengembangan seri Max.
 
Xiaomi menilai pendekatan tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen modern karena memungkinkan peningkatan menyeluruh pada baterai, kamera, dan performa tanpa harus mengejar desain ultra-tipis.
 
Xiaomi bahkan dikabarkan tengah menyiapkan Xiaomi 17 Max dengan baterai 8.000mAh, kamera Leica 200MP, serta sistem pendingin lebih besar. Menurut Lu Weibing, label Max dipilih untuk menandakan peningkatan hardware secara menyeluruh, bukan sekadar ukuran layar lebih besar seperti pendekatan Plus pada sebagian smartphone lain.
 
Keputusan Xiaomi tersebut muncul di tengah tren smartphone ultra-tipis yang mulai berkembang di industri. Namun, sejumlah laporan menyebut minat pasar terhadap perangkat tipis premium belum terlalu tinggi karena pengguna kini lebih memprioritaskan daya tahan baterai dan performa dibandingkan dengan desain.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA