Huawei membantah rumor menyebut chipset Kirin akan kembali pada tahun 2023 mendatang.
Huawei membantah rumor menyebut chipset Kirin akan kembali pada tahun 2023 mendatang.

Huawei: Chipset Kirin Tidak akan Kembali pada 2023

Lufthi Anggraeni • 08 November 2022 10:47
Jakarta: Beredar rumor di jejaring sosial Tiongkok, Weibo, terkait dengan kembalinya chipset Kirin pada tahun 2023 mendatang. Akibat sanksi Amerika Serikat, Huawei telah dibatasi untuk menggunakan teknologi tertentu dan melakukan bisnis dengan sejumlah entitas.
 
Sebagai hasil dari sanksi tersebut, pengembangan dan produksi chipset karya Huawei mengalami penundaan. Sehingga, selain jumlah terbatas dari ponsel yang menggunakan chipset kelas menengah Huawei Kirin 710A, lini chipset Kirin mengalami penurunan drastis.
 
Mengutip GSM Arena, kini terdapat sejumlah laporan bahwa pengembangan telah dimulai kembali dan lini chipset Huawei kembali ke pasar. Namun, dalam tanggapan resmi, Huawei membantah rumor tersebut.

Saat ini, terdapat hambatan besar yang dihadapi Huawei sebab perusahaan ini tidak dapat menemukan manufaktur chip yang tidak menggunakan teknologi berbasis Amerika Serikat dalam pabrik mereka.
 
Dan Huawei diyakini telah menyerah dalam percobaannya menemukan solusi untuk saat ini. Sebelumnya, diluncurkan secara resmi di Indonesia pada 1 November lalu, tablet Huawei MatePad SE harga Rp2.799.000 sudah dapat dipesan secara di berbagai mitra penjualan online mulai 9 November 2022.
 
Pelanggan juga masih berkesempatan untuk mendapatkan voucher early bird potongan harga senilai Rp50.000 yang hanya tersedia di platform e-commerce besok, 8 November 2022. Huawei MatePad SE hadir dengan berbagai fitur, seperti layar beresolusi 2K, Kids Corner, serta dukungan HarmonyOS 3.0 yang diklaim siap mendukung berbagai aktivitas setiap anggota keluarga mulai dari hiburan, belajar, hingga produktivitas.
 
Sementara itu, Kevin Hu, President, Data Communication Product Line, Huawei, menyampaikan pidato utama berjudul "Melangkah menuju Net5. 5G, Tingkatkan Pertumbuhan Baru" pada Global Ultra-Broadband Forum 2022 (UBBF 2022).
 
Pidato tersebut mengungkap peluang bisnis utama dan langkah-langkah utama bagi operator untuk mencapai pertumbuhan baru dalam bisnis B2B, menjelaskan persyaratan baru untuk jaringan transportasi Internet Protocols (IP) terkonvergensi di era 5.5G, dan menjelaskan karakteristik utama Net5.5G.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA