Sejak peluncuran FSR 1.0 yang menggunakan algoritma spasial berbasis Lanczos, AMD telah konsisten mendorong batas performa gim. Evolusi berlanjut ke FSR 2.0 yang memperkenalkan rekonstruksi temporal, dan puncaknya pada FSR 3.1 yang membawa perubahan arsitektur signifikan. Salah satu terobosan terbesar dalam FSR 3.1 adalah pemisahan (decoupling) teknologi frame generation dari unit peningkatan skala.

Kini, fokus industri tertuju pada Redstone. Berbeda dengan versi sebelumnya yang berbasis algoritma analitis, FSR 4 merupakan solusi peningkatan skala yang sepenuhnya didasarkan pada pembelajaran mesin (machine learning). Teknologi ini dirancang secara eksklusif untuk memanfaatkan unit akselerasi AI terdedikasi pada arsitektur GPU RDNA 4, seperti seri Radeon RX 9000.
Ekosistem Redstone tidak hanya menawarkan peningkatan resolusi. Di dalamnya terdapat suite teknologi canggih yang mencakup FSR Upscaling (ML), FSR Frame Generation (ML), hingga FSR Ray Regeneration yang mampu memulihkan detail pantulan cahaya dengan biaya performa minimal.
Data pengujian internal menunjukkan hasil yang impresif: pada GPU Radeon RX 9070 XT, teknologi ini mampu meningkatkan performa rata-rata hingga 3,5 kali lipat. Bahkan pada judul berat seperti Crimson Desert. Peningkatan bingkai per detik (FPS) dapat mencapai 4,7 kali lipat dibandingkan resolusi asli.
Untuk memanfaatkan teknologi dan fitur ini, kita bisa mengaksesnya dari Adrenalin Software. Di dalamnya sudah tersedia pengaturan rekomendasi yang diukur berdasarkan performa dan kualitas visual paling optimal. Kita juga bisa mengatur aktif atau non aktif masing-masing fitur secara manual.

Pengaturan kedua bisa melalui gamenya. Pada bagian Graphics, terdapat piliah FSR Frame Generation. Pada sisi kanan juga langsung terlihat estimasi frame rate saat seting sudah diterapkan. Perlu diingat bahwa untuk melihat hasil seting yang optimal, lanjutkan dulu permainan setelah mengatur pada menu Settings. Estimasi framerate akan berubah sesuai visual permainan.

Meskipun beralih ke basis AI, AMD tetap mempertahankan filosofi keterbukaan mereka. Sebagian besar perangkat lunak dalam SDK FidelityFX didistribusikan di bawah lisensi MIT yang bersifat sumber terbuka (open-source), memungkinkan developer untuk mengintegrasikan teknologi ini dengan mudah ke berbagai platform, termasuk konsol PlayStation 5 dan Xbox Series X/S.
Hingga saat ini, lebih dari 200 judul permainan populer telah mengadopsi teknologi FSR terbaru. Judul-judul besar seperti GTA V Enhanced, God of War Ragnarök, dan Black Myth: Wukong kini dapat dinikmati dengan kelancaran visual yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Untuk menjaga kenyamanan bermain, AMD juga mengintegrasikan FSR Latency Reduction 2.0. Ia berfungsi menyelaraskan kerja CPU dan GPU guna meminimalkan hambatan input yang sering muncul pada teknologi generasi bingkai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News