Tidak cuma adu harga dan spesifikasi tapi setiap merek juga bersaing dalam hal inovasi. Makanya pasar smartphone Android dianggap menarik untuk diikuti. Sayangnya tidak semua inovasi ini berhasil. Meskipun sempat menjadi tren, tapi akhirnya hanya bertahan sebentar.
Medcom.id sudah merangkum sejumlah inovasi smartphone menarik yang gagal dikutip dari situs Makeusof, apakah kalian pernah mencobanya?
1. Layar yang memenuhi semua sisi bodi smartphone
Mi Mix Alpha adalah inovasi mutakhir dari Xiaomi saat tren layar smartphone lengkung. Di perangkat ini layar smartphone memenuhi semua bagian layarnya dari depan hingga ke bodi belakang.
Tentu saja kontroversi mencuat, kebanyakan soal risiko layarnya mudah rusak. Xiaomi Mi Mix Alpha saat itu diperkenalkan sebagai concept phone di tahun 2019 dan melihat perkembangannya saat ini, tampaknya konsep desain tersebut kini tidak dilanjutkan maupun ditiru merek lain.
2. Desain smartphone modular atau bongkar pasang
Masih ingat Google Project Ara? Ya, saat itu Google sebagai kreator sistem operasi Android menciptakan Project Ara sebuah concept phone dengan desain modul untuk bagian tertentu, misalnya kamera dan komponen lain yang bisa dibongkar dengan mudah.
Tujuannya adalah mengurangi sampah elektronik karena pengguna cukup membeli bagian tertentu saja saat ingin upgrade. Sayangnya proyek ini tidak dilanjutkan, merek Lenovo atau Motorola sempat mencobanya lewat aksesori Moto Mods untuk smartphone Moto Z namun kini tidak ada satupun yang ingin mencoba kembali.
3. Kamera putar, depan dan belakang
Beberapa tahun lalu desain kamera putar lewat sistem mekanik motor sempat populer, di sini kamera belakang bisa berputar menjadi kamera depan. Banyak mereka yang sempat menggunakan desain ini termasuk salah satunya di Asus ZenFone 7.
Tujuan desain ini adalah menghilangkan punch-hole atau lubang kamera depan di bagian layar. Di sisi lain desain sistem mekanik ini ternyata juga bisa menimbulkan masalah, dan dari segi desain hardware komponen motor di dalamnya memakan ruang cukup besar.
4. Layar dan bodi melengkung seperti pisang
Di tahap awal tren layar melengkung sejumlah merek sudah mencobanya dengan menghadirkan desain tersebut ke produksi massal. Layar lengkung di sini dipahami dalam bentuk vertikal sehingga smartphone bisa melengkung seperti sebuah pisang.
Desain layar lengkung bisa ditemukan pada LG G Flex, tujuannya agar punya desain ergonomis dan diklaim lebih nyaman di pandangan mata penggunanya. Di sisi lain ternyata desain tersebut membahayakan bagian layar dan bodinya, proses perbaikannya juga diklaim lebih sulit.
5. Smartphone dengan proyektor
Mungkin tidak banyak yang mengingatnya tapi Samsung pernah menciptakan seri Galaxy Beam di tahun 2012, sebuah smartphone yang di bagian sisi bawah terdapat proyektor kecil untuk menyajikan gambar yang berasal dari memori perangkat.
Kabarnya inovasi ini ternyata hanya bagus di awal, kualitas resolusi gambar dari mode proyektor yang rendah hingga daya tahan baterai yang cepat habis sekaligus bodi perangkat yang tebal membuat Samsung Galaxy Beam ditinggalkan.
6. Kontrol gaming yang menyatu di smartphone
Jauh sebelum smartphone gaming hadir dengan aksesori terpisah sebenarnya Sony sudah lebih dulu berinovasi lewat gamepad yang menyatu langsung di perangkat. Produk tersebut adalah Sony Ericsson Xperia Play di tahun 2011.
Sayangnya tidak banyak game untuk Android yang sudah mendukung fitur controller di Xperia Play makanya kecanggihan smartphone ini justru terkesan tidak terpakai. Sony menggandeng Gameloft untuk menyediakan sejumlah game agar bisa kompatibel di dalamnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News