"Tanpa inovasi pasar modal Hong Kong, akan sulit bagi kita untuk memiliki kesempatan untuk mendaftar secara publik di Hong Kong," ujar Founder dan CEO Xiaomi Lei Jun.
Pada penawarannya, Xiaomi mengusung harga IPO sebesar HKD17 (Rp30.977) per lembar saham, dan valuasi sebesar USD54,3 miliar (Rp776,8 triliun). Valuasi tersebut diklaim Xiaomi sebagai valuasi IPO terbesar ketiga di bursa saham teknologi global.
Namun, nilai tersebut hanya dari prediksi yang diungkapkan analis pada awal tahun 2018 lalu. Sebagai informasi, pada bulan Januari lalu, analis meramalkan bahwa valuasi IPO Xiaomi akan mencapai USD100 miliar (Rp1.430 triliun), dan menjadikannya sebagai IPO terbesar kedua di dunia setelah Alibaba.
Resminya penawaran publik ini disebut Lei turut menghadirkan tanggung jawab dan tantangan lebih besar bagi perusahaannya.
Lei juga menyebut hingga saat ini Xiaomi telah didukung oleh lebih dari 100.000 investor yg berpartisipasi secara aktif dalam membeli saham Xiaomi, termasuk Jack Ma dan Li Ka-shing.
IPO tersebut, lanjut Lei, menjadi awal perjalanan baru bagi Xiaomi. Lei menyebut akan meningkatkan upaya untuk mempromosikan Xiaomi guna mencapai pendapatan melebihi 50 persen dalam waktu dekat.
Sebagai informasi pada Q1 2018, bisnis global Xiaomi mencapai 36 persen dari pendapatan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News