Kini giliran perusahaan perangkat kamera keamanan atau CCTV Hikvision, yang produknya terancam dilarang peredarannya di Amerika Serikat. Engadget melaporkan pangkalan militer Fort Leonard Wood di Massouri mencopot 5 kamera CCTV buatan Hikvision.
Diduga hal ini dilakukan sebgaai dampak dari dugaan perangkat elektronik dan teknologi Tiongkok memata-matai pengguna di Amerika Serikat melainkan lebih menghindari kesan buruk panggalan militer tersebut.
Posisinya sebagai pangakalan militer tentunya membuat fasilitas tersebut memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Anda bisa bayangkan bagaimana pemberitaan media apabila menemukan sebuah fasilitas militer menggunakan perangkat teknologi buatan Tiongkok.
Meskipun saat ini belum ada temuan mengenai kegiatan mata-mata teknologi buatan Tiongkok terhadap aktifitas pengguna di negara tersebut. Beberapa waktu lalu juga muncul wacana agar militer tidak lagi menggunakan drone buatan Tiongkok yang ternama yaitu DJI dalam setiap misinya.
Kondisi ini tentu saja memperkeruh ranah teknologi dan jelas mempersulit merek merek perangkat teknologi Tiongkok yang menargetkan menembus pasar kawasan Eropa dan Amerika khususnya Amerika Serikat.
Kemarin Huawei menjadi salah satu korbannya, disebutkan bahwa merek smartphone tersebut akan mengumumkan kerja samanya dengan operator AT&T untuk memasarkan produknya di ajang CES 2018.
Namun sehari sebelum acara justru keputusan itu dibatalkan oleh pihak AT&T dengan alasan mereka harus mematuhi kebijakan pemerintahan Amerika Serikat yang menaruh curiga terhadap perangkat teknologi buatan Tiongkok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News