Namun, tidak demikian dengan perangkat yang diakui tidak pernah terbentur atau jatuh pada permukaan keras. Apple mengharuskan pengguna untuk membayarkan biayas sebesar USD99 (Rp1,3 juta) untuk mengganti kaca pelindung tersebut.
Salah satu poster yang diunggah ke forum komunitas Apple menyebut bahwa Apple Store akan membebankan biaya kepada pengguna sebesar USD549 (Rp7,7 juta) untuk perbaikan tanpa jaminan dari garansi resmi Apple.
Tanpa terbentur atau jatuh, retak pada kaca pelindung kamera belakang iPhone X dilaporkan diakibatkan oleh suhu.
Apple menyebut bahwa iPhone X harus berada dalam suhu lingkungan berkisar antara 0 derajat Celcius gingga 35 derajat Celcius saat digunakan, dan -20 derajat Celcius hingga 45 derajat Celcius saat tidak digunakan.
Sejumlah unggahan di forum tersebut berasal dari pengguna iPhone X yang mengoperasikan ponsel di kondisi suhu lebih dingin dari persyaratan Apple, dan tidak menemukan kerusakan pada perangkat mereka. Sehingga teori terkait dengan suhu dinilai tidak terbukti.
Salah seorang anggota komunitas Apple menyebut bahwa hal ini dapat dipastikan sebagai kelemahan dalam hal bahan atau desain. Hingga saat ini, Apple masih belum memberikan tanggapannya terkait dengan informasi keretakan kaca pelindung tersebut.
Mengingat publisitas kurang baik yang diterimanya pada minggu lalu saat masyarakat menemukan Apple telah mengetahui permasalahan terkait iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang dapat menekuk, dan keputusannya untuk tidak menggunakan lem penyebab "Touch Disease" pada model tersebut.
Sejumlah pihak yang terkejut akan informasi tersebut menyebut bahwa Apple perlu lebih transparan terkait permasalahan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News