Achmad Zaky ketika bertemu dengan Jokowi.
Achmad Zaky ketika bertemu dengan Jokowi.

Akhir Kisah #UninstallBukalapak

Teknologi bukalapak e-commerce
Ellavie Ichlasa Amalia • 16 Februari 2019 22:20
Jakarta:CEO Bukalapak Achmad Zaky membuat cuitan tentang rendahnya dana riset dan pengembangan (R&D) Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang. Pada akhir cuitan, dia berkata bahwa berharap presiden baru akan bisa menaikkan biaya itu.
 
Cuitannya mengimplikasikan bahwa Zaky mendukung salah satu pasangan calon presiden, yang membuat marah para pendukung Presiden Joko Widodo.
 
Tagar #UninstallBukalapak pun menjadi trending para hari Jumat. Belum selesai, netizen juga membanjiri aplikasi Bukalapak di Play Store dengan review berbintang satu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bukalapak lalu mengeluarkan pernyataan resmi. Zaky mengaku bahwa dia khilaf.
 
"Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial," kata Zaky dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Jumat, 15 Februari 2019.
 
Zaky kemudian diundang ke istana kepresidenan untuk bertemu dengan Jokowi. Di sana, Zaky meminta maaf. Jokowi juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan dana untuk riset. Menariknya, meskipun para pendukung Jokowi merasa marah atas cuitan Zaky, Jokowi justru meminta masyarakat untuk tidak menghapus Bukalapak.
 
"Pak Presiden menyampaikan jangan unsintall Bukalapak. Karena karya Indonesia harus didukung. Mungkin nanti akan disampaikan langsung oleh Bapak Presiden," kata Achmad Zaky usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
 
Senada dengan Jokowi, Putra Sulung Jokowi, Gibran Rakabuming juga merasa bahwa reaksi netizen terlalu berlebihan.
 
"Saya pikir #UninstallBukalapak itu terlalu berlebihan (dan norak)," kata Gibran dalam akun Twitter @Chilli_Pari, Jumat. 15 Februari 2019.
 
Salah satu kemarahan netizen pada Zaky didasarkan pada data yang dia gunakan. Data itu dianggap sudah tua dan tidak relevan. Dalam cuitan Zaky yang telah dia hapus, dia menyebutkan bahwa dana R&D Indonesia hanya mencapai USD2 miliar.
 
Jokowi mengatakan, saat ini, dana pengembangan dan riset di Indonesia telah mencapai Rp26 triliun.
 
"Tetapi ini harus ada sebuah kelembagaan besar agar arahnya jelas, tembakannya tepat, sehingga inovasi di negara ini bisa muncul, sekarang tersebar di kementerian dan lembaga," katanya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif