iPod menunjukkan kebangkitan popularitas di kalangan Gen Z pada 2026, sebagai respons terhadap kejenuhan digital smartphone.
iPod menunjukkan kebangkitan popularitas di kalangan Gen Z pada 2026, sebagai respons terhadap kejenuhan digital smartphone.

Generasi Z Picu Kebangkitan iPod, Perangkat Musik Lawas Jadi Tren Baru

Lufthi Anggraeni • 25 Februari 2026 09:17
Ringkasnya gini..
  • Generasi Z mendorong kebangkitan iPod meski perangkat ini sudah dihentikan Apple sejak 2022, dengan minat pencarian dan pembelian meningkat di pasar sekunder.
  • Tren ini dipicu oleh keinginan untuk mengurangi gangguan digital smartphone dan menikmati musik tanpa notifikasi atau algoritma.
  • Meskipun streaming musik tetap dominan, kebangkitan iPod mencerminkan pergeseran budaya pengguna ke arah teknologi sederhana dan fokus.
Jakarta: Perangkat musik ikonik iPod yang dihentikan produksi oleh Apple pada tahun 2022 kini menunjukkan tanda kebangkitan popularitas, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z). Tren menghadirkan kembali perangkat musik legendaris tersebut sebagai respons terhadap kejenuhan terhadap smartphone yang penuh gangguan digital.
 
Kendati Apple sudah tidak lagi memproduksi iPod secara resmi sejak beberapa tahun lalu, minat terhadap perangkat seperti iPod Classic dan iPod Nano meningkat tajam di pasar sekunder seperti eBay dan Facebook Marketplace.
 
Mengutip Digital Trends, data internal dari platform tersebut menunjukkan lonjakan pencarian untuk kedua model ini pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencerminkan permintaan yang tumbuh di antara pembeli muda meskipun produk ini sudah tergolong vintage.

Salah satu faktor utama di balik tren ini adalah keinginan Gen Z untuk melepaskan diri dari perangkat yang selalu terhubung dan dipenuhi notifikasi. Berbeda dengan smartphone yang menyediakan akses tidak terbatas ke media sosial, pesan, hingga aplikasi lain, iPod hanya memiliki satu fungsi jelas, yaitu memutar musik.
 
Bagi banyak pengguna muda, pengalaman tersebut terasa menyegarkan karena tidak ada gangguan notifikasi, iklan, atau rekomendasi algoritma konstan, hanya musik yang dipilih dan diputar sesuai keinginan pengguna.
 
Pendekatan ini juga mencerminkan fenomena yang dikenal sebagai friction-maxxing, yaitu tren bahwa orang secara sadar memilih teknologi lebih sederhana dan memerlukan lebih banyak keterlibatan manusia daripada perangkat digital yang serba otomatis.
 
Dengan memuat lagu secara manual ke iPod dan mendengarkannya tanpa streaming, pengguna dapat merasa lebih fokus dan kurang terganggu dibanding memakai aplikasi musik di smartphone. Selain untuk alasan fungsional, daya tarik emosional juga menjadi bagian dari tren ini.
 
Bagi sebagian Gen Z, iPod memunculkan rasa nostalgia dan kenyamanan dari masa yang dianggap lebih sederhana. Kepemilikan perangkat fisik seperti iPod juga menjadi cara untuk menciptakan batasan antara hiburan dan tekanan digital yang intens dalam kehidupan sehari-hari.
 
Sebagai informasi, tren iPod kembali populer tidak berarti layanan streaming musik kehilangan dominasi. Bahkan, konsumsi musik melalui streaming tetap tinggi, misalnya di Amerika Serikat jumlah lagu yang diputar on-demand mencapai lebih dari 1,4 triliun pada 2025.
 
Namun, pilihan iPod mencerminkan perubahan cara pengguna menjalani hiburan musik mereka, mengutamakan kontrol dan ketenangan daripada ekosistem digital rumit.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA