Vice President of Creator Products YouTube Amjad Hanif menyampaikan bahwa YouTube akan menggunakan alat baru untuk melindungi kreator di platform miliknya. Mengutip Phone Arena, teknologi pendukung Content ID YouTube akan memungkinkan mitra siaran untuk mendeteksi dan mengelola konten AI yang mendorong simulasi terkait suara bernyanyi pengguna.
Fitur ini berpotensi untuk digunakan paling cepat pada awal tahun 2025 mendatang. Selain itu, YouTube juga mengembangkan teknologi lain yang akan memungkinkan pengguna dalam berbagai pekerjaan, seperti aktor, atlet, kreator, dan musisi, untuk menemukan dan mengelola konten yang dihasilkan AI dan secara tidak tepat menampilkan wajah mereka di platform streaming.
Hanif menyampaikan bahwa dengan update privasi terkini, YouTube berupaya menciptakan rangkaian alat untuk mengelola cara AI digunakan untuk menggambarkan orang lain di YouTube. Alat ini akan membantu mendeteksi saat suara palsu yang dihasilkan AI berasal dari kemiripan musisi palsu yang diciptakan AI.
Program pertama terkait dengan rangkaian alat tersebut dilaporkan akan dimulai pada tahun 2025 mendatang. Sementara itu, Content ID yang disebutkan sebelumnya telah digunakan oleh kreator YouTube untuk membantu mereka menemukan konten yang menggunakan kekayaan intelektual milik mereka.
Pada tahun 2016 lalu, Mashable melaporkan bahwa alat tersebut memungkinkan pemegang hak cipta untuk menghimpun sisa pendapatan sebesar USD2 miliar (Rp30,9 triliun) yang diperoleh antara tahun 2007 hingga 2016 yang mungkin tidak akan mereka terima.
Hanif mencatat bahwa konten yang dimuat ke YouTube yang digunakan untuk meningkatkan pengalaman produk untuk kreator dan penonton di YouTube dan Google, termasuk Machine Learning dan aplikasi AI.
Selain itu, Hanif menambahkan bahwa ke depannya, YouTube tetap berkomitmen untuk memastikan konten YouTube yang digunakan di platform YouTube atau Google untuk pengembangan alat berbasis AI dilakukan secara bertanggung jawab.
Hanif melanjutkan, seiring dengan perkembangan AI, YouTube meyakini bahwa teknologi ini seharusnya meningkatkan kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Hanif menambahkan YouTube berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra guna memastikan peningkatan mendatang menegaskan suara mitra.
YouTube, lanjut Hanif, berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra guna memastikan kemajuan di masa mendatang memperkuat suara mereka, dan YouTube akan terus mengembangkan pembatas untuk mengatasi masalah dan mencapai tujuan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News