Hanya dalam waktu tiga bulan, Coolpad telah memperkenalkan empat smartphone kepada konsumen Indonesia. Keempat produk tersebut adalah Coolpad F103 STAR, E501 SKY, F101 SOAR dan Coolpad Sky Mini. Coolpad memasarkan produk dengan rentang harga yang bervariasi, antara Rp2 jutaan sampai Rp5 jutaan. Tak berhenti sampai di situ, Coolpad juga sudah menyiapkan Shine.
Bagaimana Coolpad melihat Indonesia dalam industri ponsel? Berikut hasil wawancara kami dengan CEO Coolpad Indonesia, Jeeves Jiang.
Apa itu Coolpad?
Coolpad adalah produsen smartphone asal Tiongkok yang berdiri sejak 1993. Kami memang telah terjun ke dalam industri telekomunikasi dengan menghadirkan perangkat seperti pager dan feature phone. Tahun lalu, kami termasuk 10 besar untuk market share secara global, dan peringkat pertama untuk pangsa pasar Tiongkok kategori smartphone 4G.
Coolpad mulai terjun ke pasar smartphone sejak 2009, dan sejak saat itu, Indonesia menjadi pasar utama keempat setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan Afrika. Kita sendiri baru masuk ke pasar Indonesia di bulan Juni lalu. Kami memiliki 25 cabang untuk pemasaran di seluruh Indonesia.
Apa yang membedakan Coolpad dengan kompetitor lainnya?
Menurut saya, setiap perusahaan memiliki kelebihannya masing-masing. Untuk Coolpad, kami berfokus pada pengembangan teknologi dan pengalaman pengguna.
Pencapaian apa saja yang telah dimiliki Coolpad?
Kami sangat berfokus pada teknologi, sehingga kami punya kontribusi yang sangat besar untuk industri telekomunikasi. Coolpad memiliki lebih dari 6.000 paten teknologi, dan teknologi dual standby pada smartphone itu adalah salah satunya.
Kenapa Coolpad memutuskan untuk masuk ke pasar Indonesia?
Kami sedang berfokus pada pasar yang terbuka, dan Indonesia adalah salah satunya. Mayoritas pengguna smartphone di Indonesia adalah anak muda, dan mereka adalah konsumen yang sangat pontesial. Buktinya, tahun lalu, ada 60 juta unit smartphone yang dijual di Indonesia.
Apa strategi Coolpad untuk memasuki pasar Indonesia?
Strategi pemasaran tergantung pada jenis produknya. Pertama, kami akan meluncurkan smartphone berkualitas tinggi. Kedua, pelayanan terbaik untuk konsumen dan para dealer. Kami ingin memastikan bisa memberikan respons pelayanan secara cepat. Ketiga, gencar mengadakan promosi berupa pemotongan harga.
Untuk pasar Indonesia, kami bekerja sama dengan 1.000 distributor dan dealer. Tidak hanya di Jawa, mereka juga ada yang berlokasi di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali.
Siapa pesaing berat Coolpad di Indonesia?
Secara harga, pesaing terbesar kami di pasar Indonesia adalah Samsung dan Oppo. Xiaomi bukanlah saingan kami.
Kenapa Xiaomi bukan pesaing?
Mereka menggunakan teknik pendekatan yang berbeda. Kami memiliki gerai di berbagai lokasi, hasil kerja sama dengan para dealer dan distributor lokal. Xiaomi menggunakan pemasaran secara online atau ecommerce.
Seberapa serius Coolpad dalam terjun ke pasar Indonesia?
Jika dibandingkan negara lain, selain Tiongkok, Indonesia adalah pasar dengan prioritas utama Coolpad.
Bagaimana Coolpad menanggapi kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri dari Pemerintah?
Kami juga sudah merencanakan untuk membangun pabrik di Indonesia. Proyek ini akan berjalan mulai bulan Desember tahun ini. Untuk tahap awal, kami akan bekerja sama dengan pabrikan lokal untuk memproduksi smartphone Coolpad. Untuk pabrikan lokal, kami akan bekerja sama dengan perusahaan yang bermarkas di Tangerang.
Apa yang bisa Anda jelaskan mengenai smartphone Coolpad Shine?
Jika membandingkannya dengan produk sejenis, ini adalah smartphone yang cukup istimewa. Coolpad Shine menggunakan prosesor Snapdragon 615 dengan RAM 2 GB.
Di dalamnya sudah terpasang Android 5.1 dengan antarmuka Cool UI. Salah satu fitur istimewanya adalah Think Touch, yang juga berguna untuk mengaktifkan ponsel dengan menempelkan sidik jari, jari mana pun.
Saya yakin smartphone Coolpad Shine bisa diterima oleh konsumen Indonesia. Di harga yang sama dengan spesifikasi yang mirip, hanya Coolpad Shine yang menyediakan fitur eksklusif tersebut. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News