Di Pengadilan Eropa, Qualcomm Kalah dari Apple
Apple menang melawan Qualcomm di Munich.
Jakarta: Dalam pertarungan hukum yang terjadi di berbagai negara, Apple mendapatkan kemenangan pertama dari Qualcomm dari pengadilan daerah Munich. 

iPhone 7 dan 7 Plus tidak melanggar paten Eropa Qualcomm, EP1199750 yang mencakup "skema interkoneksi pasca-pasivasi di atas sebuah chip", menurut keputusan tiga hakim, lapor FOSS Patents.

Keputusan ini diambil satu minggu setelah proses pengadilan dimulai. Ini menunjukkan bahwa jika Qualcomm mengajukan banding ke Munich Higher Regional Court, mereka mungkin tetap tidak akan menang, menurut laporan Apple Insider. 


Saat ini, masih ada beberapa kasus antara Apple dan Qualcomm yang masih berlangsung. Salah satunya akan berlangsung pada 8 November dan satu lagi akan diadakan pada Desember.

Kedua kasus ini akan ditangani oleh pengadilan di Munich. Sementara kasus-kasus lainnya akan dibahas dalam pengadilan di Mannheim. 

Apple pertama kali menuntut Qualcomm pada Januari 2017. Sejak itu, Apple dan Qualcomm telah saling menuntut satu sama lain di berbagai belahan dunia. Pada saat yang sama, dua perusahaan itu harus berurusan dengan banyak badan regulasi. 

Pada September, Komisi Dagang Internasional Amerika Serikat memutuskan untuk tidak melarang impor iPhone meskipun mereka memutuskan bahwa Apple telah melanggar paten Qualcomm.

Mengingat proses produksi iPhone dilakukan di luar AS, jika Apple dilarang melakukan impor, maka ini akan menyebabkan masalah serius pada perusahaan asal Cupertino itu. 

Apple menuduh bahwa Qualcomm menyalahgunakan posisinya sebagai pemimpin pasar untuk meminta royalti yang terlalu tinggi.

Sementara Qualcomm mengatakan bahwa Apple telah melanggar paten mereka. Selain itu, Qualcomm juga menuduh Apple telah membocorkan rahasia mereka pada Intel



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.