Linda Yao, Vice President & General Manager Hybrid Cloud and AI Solutions Lenovo
Linda Yao, Vice President & General Manager Hybrid Cloud and AI Solutions Lenovo

Lenovo Tech World 26 Hong Kong

Hybrid AI Advantage, Strategi Percepat Adopsi AI ke Produksi Massal

Mohamad Mamduh • 10 Maret 2026 15:41
Ringkasnya gini..
  • Solusi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan bagaimana memindahkan proyek kecerdasan buatan (AI) menuju fase produksi massal.
  • Kerangka kerja full-stack ini mengintegrasikan infrastruktur, platform, dan layanan dalam satu ekosistem.
  • Perusahaan dapat menjaga privasi data mereka sambil tetap menikmati fleksibilitas skala yang ditawarkan oleh AI.
Hong Kong: Dalam ajang bergengsi Tech World 26 yang berlangsung di Hong Kong, Lenovo memaparkan lebih jauh mengenai kerangka kerja strategis terbaru bertajuk Lenovo Hybrid AI Advantage.
 
Solusi ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan bagaimana memindahkan proyek kecerdasan buatan (AI) dari fase uji coba (pilot) menuju fase produksi massal yang aman, terukur, dan memberikan nilai bisnis nyata.
 
Linda Yao, Vice President & General Manager Hybrid Cloud and AI Solutions Lenovo, menekankan bahwa meskipun investasi di bidang AI melonjak tajam, banyak perusahaan masih terjebak dalam kompleksitas integrasi. "Tujuannya adalah memungkinkan pelanggan kami untuk menskalakan AI dengan cepat dan tanpa hambatan," ujar Yao.

Kerangka kerja full-stack ini mengintegrasikan infrastruktur, platform, dan layanan dalam satu ekosistem. Yao merinci tiga komponen utama yang menjadi tulang punggung dari Hybrid AI Advantage.
 
Pertama ada AI Factory, fondasi infrastruktur yang mencakup seluruh portofolio Lenovo, mulai dari perangkat workstation hingga server yang dilengkapi teknologi pendingin cair Neptune. Infrastruktur ini dirancang untuk menangani beban kerja AI yang masif dengan efisiensi energi yang optimal.
 
Kedua ada XIQ, platform berbasis AI-native yang berfungsi mempercepat proses deployment. Dengan XIQ, perusahaan dapat menyederhanakan orkestrasi data dan model AI sehingga solusi dapat sampai ke pasar lebih cepat.
 
Lalu yang ketiga adalah AI Library, perpustakaan yang berisi ratusan solusi AI siap pakai yang telah dioptimalkan untuk berbagai sektor industri. Solusi-solusi ini diklaim mampu memberikan pengembalian nilai bisnis dalam waktu yang sangat singkat, bahkan kurang dari satu kuartal fiskal.
 
Untuk memberikan gambaran nyata, Yao memaparkan bagaimana teknologi ini telah diterapkan di internal Lenovo, khususnya dalam mengelola rantai pasokan global yang sangat kompleks. Sebagai contoh, produksi satu unit laptop ThinkBook melibatkan koordinasi lebih dari 2.700 komponen yang berbeda.
 
Dengan menggunakan Supply Chain Super Agents, Lenovo mampu mendeteksi potensi gangguan secara real-time. "Jika terjadi badai atau kekurangan stok komponen secara tiba-tiba, AI ini akan langsung memberikan rekomendasi tindakan mitigasi untuk memastikan produksi tetap berjalan lancar," jelas Yao.
 
Selain di bagian produksi, Lenovo juga memperkenalkan Enterprise Knowledge Super Agent. Alat ini menggabungkan data kepemilikan organisasi yang sensitif dengan pengetahuan domain yang luas untuk memberikan wawasan strategis bagi para pengambil keputusan secara instan.
 
Menutup sesinya, Yao menegaskan bahwa pendekatan hybrid adalah kunci utama. Dengan menyeimbangkan pemrosesan data antara pusat data lokal (on-premise) dan awan (cloud), perusahaan dapat menjaga privasi data mereka sambil tetap menikmati fleksibilitas skala yang ditawarkan oleh AI.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA