Enam unit bisnis ini termasuk TikTok, Douyin yaitu versi Tiongkok dari TikTok, studio penerbitan video game Nuverse, alat kolaborasi kerja Lark, divisi layanan bisnis BytePlus dan aplikasi pendidikan Dali Education.
Perubahan ini merupakan yang terbesar dalam riwayat ByteDance sejak Co-founder dan CEO sebelumnya, Zhang Yiming undur diri dari jabatannya pada bulan Mei lalu.
Mengutip GSM Arena, model baru ini akan memastikan kerja dan struktur internal yang lebih baik dengan tim yang bekerja sama yang dikelompokkan sebagai unit bisnis.
Saat ini, ByteDance memiliki valuasi sebesar USD300 miliar (Rp4.293 triliun), meski perusahaan ini belum berencana untuk menjadi publik melalui penawaran publik awal atau initial public offering (IPO). sementara itu, kini TikTok memiliki lebih dari satu miliar pengguna bulanan di seluruh dunia.
Sebelumnya, Dengan peningkatan popularitas dan lebih banyak masyarakat yang menggunakan platform karyanya, TikTok mengumumkan akan menggulirkan alat baru yang memungkinkan streamer TikTok dan moderator untuk membisukan sejumlah penonton selama siaran langsung.
Alat ini akan memungkinkan streamer untuk membisukan penonton selama beberapa menit atau selama siaran berlangsung, jika penonton tersebut dinilai terlalu berisik dan mengganggu. Sementara itu, data dari SensorTower menampilkan bahwa TikTok menjadi aplikasi dengan pendapatan tertinggi secara global di kedua toko aplikasi pada Q3.
TikTok baru-baru ini menorehkan prestasi instalasi total sebanyak tiga miliar instalasi. Prestasi ini menjadikannya sebagai aplikasi non-Facebook pertama yang mampu meraih pencapaian tersebut. TikTok menduduki peringkat pertama di daftar aplikasi terpopuler App Store, namun tidak pada Google Play Store.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News