Penghargaan tahunan dari KLAS Research ini diberikan kepada solusi teknologi dan layanan kesehatan dengan kinerja terbaik, berdasarkan penilaian langsung dari organisasi penyedia layanan kesehatan. Keempat penghargaan ini menegaskan dampak nyata InterSystems terhadap kualitas dan hasil perawatan pasien di berbagai kawasan global, termasuk Asia.
Penghargaan Global Best in KLAS menilai solusi terbaik di luar Amerika Serikat, menggunakan kerangka penelitian yang sama dan berbasis masukan dari organisasi layanan kesehatan di berbagai negara.
InterSystems TrakCare menjadi yang paling menonjol dengan meraih tiga penghargaan Best in KLAS untuk kategori Acute Care EHR (Electronic Health Record) di kawasan Prancis, Asia, dan Oseania. Penilaian ini mencerminkan umpan balik positif yang luar biasa dari para pengguna di pasar masing-masing.
Tak hanya itu, InterSystems HealthShare dinobatkan sebagai Best in KLAS untuk kategori Shared Care Records di Eropa. Pencapaian ini menandai kemenangan ketiga berturut-turut di kategori tersebut, setelah sebelumnya juga menang pada tahun 2024 dan 2025.
Don Woodlock, Presiden InterSystems, menyampaikan rasa bangganya. "Menerima empat penghargaan Best in KLAS sangat berarti bagi kami karena penghargaan ini tidak ditentukan oleh panel juri, tetapi langsung dari para tenaga medis dan pemimpin layanan kesehatan yang menggunakan teknologi kami setiap hari".
CEO KLAS Research, Adam Gale, turut menggarisbawahi pentingnya penghargaan ini, menyatakan bahwa memenangkan Best in KLAS berarti pelanggan memercayai vendor untuk membantu mereka meningkatkan kualitas perawatan pasien, mencapai hasil yang lebih baik, serta memperoleh ROI (Return on Investment) yang nyata di tengah lanskap layanan kesehatan yang berubah cepat.
Laporan lengkap 2026 Best in KLAS Awards: Global Software Report dapat diakses melalui tautan resmi KLAS Research. InterSystems sendiri didirikan pada tahun 1978 dan berkantor pusat di Boston, Massachusetts, berkomitmen pada keunggulan layanan dengan dukungan 24x7 bagi pelanggan dan mitra di lebih dari 80 negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News