Namun, pihak Wiko mengatakan, mereka harus menghadapi beberapa kendala, sehingga harus menunda operasional pabrik. Jika tidak ada perubahan lagi, pabrik ini siap beroperasi pada kuartal pertama tahun 2016. Hal ini disampaikan oleh CEO Wiko Mobile Indonesia, Dwi Lingga Jaya, di sela-sela peluncuran ponsel Wiko Pulp FAB di Jakarta, Jumat (29/1/2016).
"Sebenarnya kita menargetkan Januari ini sudah beroperasi. Namun, ada beberapa kendala terkait perizinan, sehingga jadwalnya harus kita undur ke kuartal satu," ujar Lingga.
Ia menambahkan, pabrik Wiko di Indonesia ini akan berlokasi di Bitung, Jawa Barat. Dari pabrik ini, ia menyatakan Wiko Mobile siap membuat ponsel dengan material dari dalam negeri. "Kalau sudah beroperasi, kita siap TKDN 20 persen untuk FDD, dan 30 persen untuk TDD."
Lewat Kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta semua vendor perangkat elektronik yang mengadopsi konektivitas 4G LTE, untuk menggunakan kandungan dalam negeri.
Kandungan ini bisa berupa software dan hardware. Salah satu langkah yang diambil oleh para pembuat smartphone adalah membangun pabrik di Indonesia, atau bekerja sama dengan pabrikan lokal ternama demi berjualan di Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News