Dokumen yang diduga merupakan desain RAZR baru telah didaftarkan.
Dokumen yang diduga merupakan desain RAZR baru telah didaftarkan.

Inikah Motorola RAZR?

Teknologi lenovo
Ellavie Ichlasa Amalia • 22 Januari 2019 11:06
Jakarta:Dokumen yang baru saja didaftarkan di World Intellectual Property Organisation mungkin menunjukkan desain dari Motorola RAZR yang dikabarkan akan dihidupkan kembali sebagai sebuah ponsel lipat.
 
Desain yang didaftarkan pada 17 Desember 2018 lalu pertama kali disadari oleh 91Mobiles. Gambar pada dokumen menunjukkan sebuah ponsel dengan layar yang bisa dilipat ke dalam. Selain itu, ponsel juga tampaknya memiliki sebuah layar ekstra di bagian luar.
 
Minggu lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Motorola berencana untuk menghidupkan kembali RAZR dan menjadikannyna sebuah smartphone lipat premium dengan harga USD1.500 (Rp21,2 juta). Dikabarkan, ponsel itu akan diluncurkan pada bulan depan, lapor The Verge.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun nama RAZR tidak disebutkan dalam dokumen Motorola Mobility, desain ponsel ini menunjukkan kemiripan dengan ponsel RAZR pertama, termasuk bezel pada bagian bawah ponsel yang cukup tebal.
 
Satu perubahan desain pada ponsel RAZR baru ini adalah kini ia tidak lagi memiliki tombol fisik. Sebagai gantinya, ia memiliki layar layaknya kebanyakan smartphone saat ini.
 
Inikah Motorola RAZR?
 
Rumor tentang rencana Motorola untuk menghidupkan RAZR kembali telah muncul sejak HMD, yang kini memegang merek Nokia, meluncurkan Nokia 3310 pada 2017 dan Nokia 8810 pada 2018.
 
Bulan lalu, salah satu desainer RAZR V3, Paul Pierce berkata pada CNET bahwa ada "kesempatan" untuk menghidupkan kembali ponsel RAZR. Namun, dia menyebutkan, ponsel itu tidak boleh menjadi sekadar gimmick. "Kita harus memikirkan sebuah teknologi terobosan baru," katanya.
 
Kemungkinan, teknologi terobosan yang akan digunakan adalah layar lipat. Bulan depan, Samsung dikabarkan akan meluncurkan ponsel lipat pertamanya bersamaan dengan Galaxy S10. Dengan layar fleksibel, RAZR bisa dihidupkan kembali sebagai flip phone dengan antarmuka ponsel modern.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi