Ki-ka: Yann LeCun | Foto: Facebook; Geoffrey Hinton | Foto: Google; Yoshua Bengio | Foto: Botler AI
Ki-ka: Yann LeCun | Foto: Facebook; Geoffrey Hinton | Foto: Google; Yoshua Bengio | Foto: Botler AI

Tiga Bapak AI Dapat Turing Award Senilai Rp14,3 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia • 28 Maret 2019 09:07
Jakarta: Turing Award 2018, yang dikenal sebagai "Hadiah Nobel bidang komputer", telah diberikan pada tiga peneliti yang membuat pondasi untuk teknologi kecerdasan buatan modern. 
 
Ialah Yoshua Bengio, Geoffrey Hinton, dan Yann LeCun, yang terkadang disebut sebagai "Bapak AI". Ketiganya mendapatkan hadiah sebesar USD1 juta (Rp14,3 miliar) sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka untuk mengembangkan subdivisi AI yang disebut deep learning
 
Teknik yang dikembangkan oleh tiga peneliti itu pada 1990-an dan 2000-an mendorong munculnya inovasi besar dalam bidang computer vision dan speech recognition. Metode yang dikembangkan tiga peneliti itu merupakan pondasi dari teknologi AI yang ada saat ini, mulai dari mobil otonom sampai software untuk mendiagnosa penyakit, lapor The Verge

Kemungkinan, Anda juga menggunakan teknologi yang merupakan turunan dari algoritma buatan Bengio, Hinton, dan LeCun, misalnya sistem pengenalan wajah pada smartphone Anda atau model AI yang memberikan saran tentang kata berikutnya yang harus Anda ketik pada email. 
 
Sekarang, tiga peneliti ini juga memiliki posisi penting di perusahaan atau universitas dan masih turut serta mengembangkan AI. Hinton membagi waktunya untuk bekerja di Google dan University of Toronto, sementara Bengio adalah profesor di University of Montreal dan membuat perusahaan AI bernama Element AI, dan LeCun kini adalah Chief AI Scientist di Facebook serta mengajar di New York University. 
 
"Ini sangat membanggakan," kata LeCun. "Ini penghargaan terbaik di bidang teknologi komputer. Saya menjadi semakin bangga karena saya mendapatkan penghargaan ini bersama teman-teman saya, Yoshua dan Geoff."
 
Head of AI Google, Jeff Dean, memuji pencapaian ketiga peneliti itu. "Jaringan deep neural merupakan alasan di balik beberapa inovasi hebat di ilmu komputer modern," kata Dean. "Di balik semua inovasi ini adalah teknik yang dikembangkan oleh tiga pemenang Turing Award, Yoshua Bengio, Geoff Hinton, dan Yann Lecun."
 
Pencapaian ketiga peneliti ini menjadi semakin hebat karena mereka tetap teguh untuk mengembangkan AI ketika prospek dari teknologi itu masih diragukan banyak orang. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA