Kalanick menyebutkan, mantan Jaksa Agung Amerika Serikat, Eric Holder dan Tammy Albarran akan meninjau masalah yang diklaim terjadi di lingkungan kerja Uber secara independen, baik isu pelecehan seksual maupun isu keberagaman yang disebutkan oleh Susan Fowler.
Keduanya juga akan didampingi oleh anggota dewan Uber, Arianna Huffington, Chief Human Resources Officer, Liane Hornsey dan Associate General Counsel Uber, Angela Padilla.
Dalam email yang dikirimkan pada tanggal 20 Februari waktu setempat, Kalanick juga menyebutkan bahwa Arianna dan Liane akan bertemu dengannya dalam rapat yang diadakan hari ini untuk membahas tentang langkah yang akan mereka ambil untuk menghadapi masalah ini.
Selain itu, Arianna dan Liane juga akan melakukan diskusi dengan kelompok kecil atau bahkan individu untuk mendapatkan masukan.
"Jika kita melihat dari tim teknisi, manajemen produk dan ilmuwan, 15,1 persen di antaranya adalah karyawan perempuan dan ini tidak mengalami perubahan substansial tahun lalu. Sebagai referensi, Facebook 17 persen, Google 19 persen dan Twitter 15 persen," ujar Kalanick, menjelaskan tentang keberagaman gender dalam Uber.
Dia menjelaskan, prioritas Uber setelah menyelesaikan masalah ini adalah "menjadi organisasi yang lebih baik." Dia berkata, dia ingin "menggunakan apa yang telah terjadi sebagai kesempatan untuk menyembuhkan luka masa lalu dan menetapkan standar baru untuk keadilan di tempat kerja."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News