Dampak transformasi data ini terlihat nyata pada kinerja bisnis BSI.
Dampak transformasi data ini terlihat nyata pada kinerja bisnis BSI.

Cloudera Bantu BSI Catat Kenaikan Laba Bersih 22,8%

Mohamad Mamduh • 22 Januari 2026 07:25
Jakarta: Merger tiga bank syariah milik negara yang melahirkan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Februari 2021 bukan sekadar penggabungan aset dan jaringan, tetapi juga menyajikan tantangan krusial dalam penyatuan data dari sistem yang berbeda-beda.
 
Sebagai bank hasil konsolidasi, BSI menghadapi hambatan umum berupa duplikasi data dan redundansi sistem yang berpotensi menciptakan silo data, memperlambat pengambilan keputusan, dan menghambat efisiensi organisasi. Kebutuhan untuk mengikuti perkembangan data dan permintaan nasabah mendesak BSI untuk mengambil langkah strategis.
 
Untuk menjawab tantangan tersebut, BSI mengambil inisiatif membangun single source of truth—satu sumber data terpusat—untuk operasional bank. Solusi ini diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan Cloudera. Dengan memanfaatkan platform Cloudera, didukung oleh Cloudera Professional Services, BSI berhasil menyatukan legacy data pasca-merger.

Langkah ini memperkuat fondasi pengambilan keputusan berbasis data, memastikan seluruh unit kerja mengacu pada informasi yang konsisten dan tepercaya. Andy Nugroho, SVP Data & Decision Management BSI, menegaskan bahwa kemitraan ini sangat strategis, mengubah infrastruktur data yang relatif sederhana menjadi fondasi yang mampu mendukung analitik skala besar.
 
Pemanfaatan platform Cloudera memungkinkan BSI mengaplikasikan kemampuan analitik data terintegrasi untuk berbagai kebutuhan strategis. Di antaranya adalah deteksi penipuan (fraud detection) dan personalisasi layanan bagi nasabah, yang membantu BSI unggul dalam persaingan, menarik nasabah baru, dan mempertahankan nasabah lama.
 
Selain itu, BSI mengembangkan laporan dan dasbor otomatis untuk memantau data nasabah secara real-time, mengidentifikasi peluang pertumbuhan, dan merumuskan strategi bisnis yang relevan. Transformasi ini menyederhanakan alur informasi keuangan penting, mengurangi ketergantungan pada laporan manual, dan meminimalkan potensi kesalahan.
 
Dampak transformasi data ini terlihat nyata pada kinerja bisnis BSI. Pada tahun 2024, BSI mencatatkan pertumbuhan laba bersih (net profit) sebesar 22,8 persen, sebuah cerminan langsung dari kontribusi inisiatif data ini terhadap kinerja bisnis.
 
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan pendapatan tahunan lebih dari USD1,2 miliar, BSI menargetkan peran yang lebih luas, termasuk di tingkat global, dengan visi menjadi bank syariah terdepan di dunia.
 
Ke depan, fondasi data tepercaya yang telah dimiliki BSI akan menjadi modal utama untuk penerapan kecerdasan buatan (AI) di tahun-tahun mendatang, menegaskan komitmen BSI untuk menjadi salah satu bank syariah paling maju secara teknologi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan