“Isu perubahan iklim dunia telah menjadi perhatian global dan berdampak signifikan bagi kelestarian ekosistem makhluk hidup. Kolaborasi Indosat dengan GSMA merupakan langkah nyata untuk mengatasi isu perubahan iklim lewat pemanfaatan teknologi digital,” ujar President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha.
Kolaborasi ini merupakan salah satu inisiatif untuk menangani dampak perubahan iklim dunia yang dituang ke dalam program Digitalisasi Konservasi Mangrove di Kalimantan Utara. Program ini juga mendapatkan dukungan dari sejumlah organisasi dan instansi pemerintah.
Organisasi tersebut termasuk Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Universitas Borneo Tarakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dan Pemda Sebatik Barat.
Program Digitalisasi Konservasi Mangrove ini merupakan kelanjutan dari penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Barcelona pada bulan Maret lalu, yang akan dilakukan dalam dua bentuk kegiatan.
Kegiatan pertama adalah pemetaan wilayah laut dan pesisir dengan menggunakan Open-source dan Geospatial Mapping di wilayah pesisir dan laut Kalimantan Utara, khususnya di Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat.
Kegiatan ini akan melibatkan warga serta tokoh masyarakat sekitar dengan menggunakan aplikasi Qfiled yang dapat diperbarui secara berkala. Dengan aplikasi Qfield tersebut, Indosat bersama GSMA, BMZ dan GIZ juga memberikan pelatihan pemetaan untuk memetakan area wilayah pesisir dan pantai, serta memproduksi digital map untuk kegiatan selanjutnya.
Indosat menyebut bahwa keberhasilan dari kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk disosialisasikan kepada pelaku usaha lain serta melindungi mangrove dalam jangka panjang. Sementara itu, kegiatan kedua adalah memperkenalkan solusi digital berbasis Internet of Things (IoT) kepada para petambak udang lokal.
Solusi tersebut berkemampuan memantau kadar air dalam tambak, khususnya yang berdekatan dengan wilayah tumbuh mangrove, dan bertujuan agar produktivitas tambak kecil meningkat serta menghindari mangrove dari ancaman penebangan oleh petambak besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News