Itulah permasalahan yang ingin dipecahkan oleh Elik Hari Muktafin. Alumni STMIK AMIKOM Yogyakarta yang juga merupakan CEO sekaligus pendiri startup Creavi Smart IT ini berhasil menciptakan solusi bagi para penyandang tuna netra agar bisa memanfaatkan smartphone. Solusi tersebut dihadirkan dalam sebuah paket aplikasi bernama B-Smart.
B-Smart terdiri dari tiga aplikasi utama, yaitu B-Touch untuk komunikasi, B-School untuk pendidikan, dan B-Tolls yang menyediakan berbagai tools khusus untuk membantu para penyandang tuna netra menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari. B-Touch dan B-School telah bisa digunakan, tapi B-Tools masih dalam masa pengembangan.
Ada banyak fitur yang disuguhkan aplikasi B-Smart, salah satu yang paling menarik adalah Virtual Braile Keyboard. Melalui fitur tersebut, penyandang tuna netra bisa menuliskan pesan singkat (SMS) menggunakan smartphone layar sentuh.
Sistem yang digunakan pada B-Touch ini juga cukup unik, yaitu menggunakan huruf braile sebagai basis untuk menulis pesan. Huruf barile sendiri menggunakan kombinasi enam buah simbol dan semua itu bisa dituliskan menggunakan enam tombol khusus yang ada di aplikasi B-Smart. Menariknya lagi, setiap input yang diberikan ke pengguna akan dibacakan dalam bentuk audio.
Keenam tombol tersebut juga dijadikan sebagai tombol navigasi utama untuk mengakses berbagai fitur di B-Smart. Tentu saja setiap kali melakukan navigasi, sistem akan memberitahu menu yang sedang diakses menggunakan audio.
B-Smart juga telah mendapatkan berbagai pengakuan secara nasional dan internasional. Aplikasi ini bahkan akan tampil mewakili Indonesia di ajang APICTA 2016 di Taipei, Taiwan. Ke depannya, Elik mengatakan B-Smart akan dikembangkan menjadi sebuah launcher sehingga dapat dioperasikan langsung ketika ponsel dinyalakan.
"Ke depannya kita memang akan mengembangkan B-Smart menjadi launcher agar penggunaannya menjadi lebih mudah," ujar Elik kepada Metrotvnews.com.
Saat ini B-Smart menyasar perusahaan dan mereka yang ingin berkontribusi membantu para penyandang tuna netra. Pemasarannya memang masih sangat terbatas. Bagi Anda yang tertarik dengan aplikasi ini bisa mengunjungi situs resminya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News