Ilustrasi. (Yuri_Arcurs via Getty Images)
Ilustrasi. (Yuri_Arcurs via Getty Images)

Peneliti Ingin Lakukan Pengeboran Hingga Mantel Bumi

Ellavie Ichlasa Amalia • 11 April 2017 08:06
medcom.id: Badan Sains dan Teknologi Bumi dan Kelautan Jepang (JAMSTEC) memiliki sebuah kapal pengebor yang dinamai "Chikyu". Untuk pertama kalinya, sekelompok peneliti internasional berencana untuk menggunakan kapal tersebut untuk mengebor hingga mencapai mantel bumi.
 
Tim yang dipimpin oleh JAMSTEC ini akan melakukan studi awal selama 2 minggu di laut Hawaii pada bulan September mendatang untuk menentukan apakah lokasi tersebut cocok untuk melakukan pengeboran dengan Chikyu. 
 
Menurut Engadget, jika lokasi tersebut tidak cocok, mereka akan memeriksa tempat lain, yaitu di Costa Rica dan Meksiko. Ketiga lokasi tersebut ada di lautan. Alasannya adalah karena kerak benua dua kali lebih tebal dari kerak lautan. 

Untuk dapat mencapai mantel Bumi, Chikyu harus melewati 2,5 mil air dan 3,7 mil kerak lautan. Sekitar 84 persen volume Bumi berupa mantel Bumi. Ia merupakan lapisan silikat berbatu yang bergerak secara perlahan dan memengaruhi aktivitas gunung berapi dan juga lempeng teknonis yang menyebabkan gempa bumi.
 
Pemerintah Jepang menyediakan sebagian dari dana untuk proyek ini. Mereka berharap, proyek ini akan dapat membantu mereka memprediksi gempa bumi dengan lebih baik. Tidak heran, mengingat beberapa tahun belakangan, Jepang sering dilanda gempa bumi yang cukup kuat.
 
Para peneliti juga ingin menyelidiki tentang batasan antara kerak laut dan mantel Bumi untuk tahu bagaimana kerak terbentuk. Mereka juga ingin melihat apakah masih ada kehidupan mikro jauh di dalam Bumi. Para peneliti berharap, paling lambat, mereka akan mulai mengebor pada 2030. 
 
Sekarang, mereka harus dapat menemukan lokasi yang tepat dan mencari dana sebesar USD542 juta (Rp7,2 triliun) yang diperlukan oleh proyek ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA