Siemens Gandeng Tiga Perusahaan Lokal, untuk Apa?

Ellavie Ichlasa Amalia 03 November 2018 17:17 WIB
teknologi
Siemens Gandeng Tiga Perusahaan Lokal, untuk Apa?
Cedrik Neike (kanan) bersama CEO Siemens Indonesia, Prakash Chandran.
Jakarta: Siemens mengumumkan kerja sama dengan tiga perusahaan Indonesia. Pertama, Siemens telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Sumberdaya Sewatama terkait kerja sama strategis terkait layanan energi digital. 

Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan setuju untuk mendorong transformasi digital pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri listrik.

Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan akan bisa memberikan nilai lebih, terutama terkait bidang pembangkit listrik, operasi dan pemeliharaan, dan efisiensi energi. Kerja sama ini akan dimulai dengan Proyek Percontohan Bersama atau Joint Pilot Project. 


Bersama PT Trafoindo Prima Perkasa, Siemens Indonesia membuat usaha pantungan atau joint venture untuk membuat transformator ddaya. Perusahaan ini akan dinamai PT Trafoindo Power Indonesia.

Siemens Indonesia akan memegang 49 persen saham sementara sisanya dipegang oleh Trafoindo. Joint venture ini akan memproduksi dan menjual transformator daya dengan fasilitas produksi di Tangerang.

Dalam tahap awal, hal ini akan membuka 200 lapangan kerja. Diperkirakan, usaha gabungan ini akan mulai beroperasi pada Q4 2018. 

Terakhir, Siemens juga telah menandatangani kontrak dengan PT Barata Indonesia untuk pemutakhiran pabrik gula di Jawa Timur. Untuk pengembangan ini, Siemens akan menyiapkan dua paket turbin uap dan melakukan upgrade pada berbagai proyek Barata.

Dengan ini, pabrik gula diharapkan akan bisa memproduksi gula dalam jumlah lebih bnayak. Selain itu, pabrik gula yang telah diperbarui akan menjadi lebih efisien dengan sistem otomatisasi. 

"Kami bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk menambahkan nilai. Kami tidak hanya bekerja sama dengan rekan-rekan kami untuk membuat usaha patungan, tapi juga berusaha untuk melakukan transfer ilmu," kata Cedrik Neike, Anggota Dewan Direksi Siemens AG. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.