Mengutip Ubergizmo, hal ini artinya produsen smart TV skala kecil yang tidak memiliki sistem operasi untuk TV karyanya akan memiliki Tizen sebagai pilihan lainnya. Layanan Tizen TV Platform ini tidak hanya akan memungkinkan manufaktur menggunakan Tizen untuk mendukung smart TV karyanya.
Layanan Tizen TV Platform ini juga memberikan manufaktur skala kecil ini untuk mempromosikan perangkat di acara eksternal besar, serta mengakses berbagai layanan streaming seperti Apple Music, Apple TV+, Disney+, Hulu, Netflix, Spotify, YouTube dan lainnya.
Samsung bukan satu-satunya perusahaan yang menawarkan platform karyanya ke merek lain, sebab LG telah melakukan hal serupa di masa lalu. Namun, kini Tizen akan menjadi opsi yang dapat dipertimbangkan oleh merek lain.
Sayangnya, hingga saat ini, masih belum tersedia informasi terkait merek lain yang telah mengajukan diri untuk menggunakan Tizen pada smart TV karyanya.
Sebelumnya, Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan varian terbaru lini Galaxy M dan merupakan perangkat pertama di lini ini yang mengadopsi jaringan 5G, yaitu Samsung Galaxy M52 5G.
Samsung Galaxy M52 5G didukung baterai besar 5.000 mAh dengan teknologi Fast Charging 25W, chipset Qualcomm Snapdragon 778G, serta layar FHD+ Super AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz.
Sementara itu, pemimpin de facto dari grup Samsung Korea Selatan, Lee Jae-yong, dinyatakan bersalah atas penggunaan obat anestesi propofol secara ilegal. Pengadilan Distrik Pusat Seoul menjatuhkan denda lebih dari Rp848 juta kepada Lee.
Wakil ketua perusahaan pembuat smartphone terbesar di dunia, Samsung Electronics, ini didenda sekitar 0,0006 persen dari perkiraan kekayaannya yang bernilai lebih dari Rp144 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News