Foto: BDx
Foto: BDx

BDx Data Centers dan ITE Singapura Siapkan Tenaga Kerja Era AI

Mohamad Mamduh • 30 Maret 2026 16:10
Ringkasnya gini..
  • CEO BDx Data Centers, Mayank Srivastava, menekankan bahwa pusat data adalah tulang punggung dari revolusi AI yang sedang berlangsung.
  • Senada dengan hal tersebut, CEO ITE Peter Lam menyatakan kegembiraannya atas komitmen BDx dalam mengembangkan talenta lokal.
  • Kontribusi ekonominya pun diperkirakan tumbuh hingga 8,9 kali lipat dalam periode yang sama.
Jakarta: Institut Pendidikan Teknik (ITE) Singapura resmi menggandeng BDx Data Centers (BDx) dalam sebuah kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem digital nasional.
 
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini menandai langkah pionir di Asia Tenggara dalam mencetak tenaga kerja teknis yang siap mengisi posisi krusial di sektor pusat data dan kecerdasan buatan (AI).
 
Kemitraan ini mencakup ketiga kampus ITE, yakni College Central, East, dan West. Melalui program ini, mahasiswa akan mendapatkan akses pelatihan praktis di fasilitas SIN1 milik BDx. Fasilitas ini adalah infrastruktur yang telah dioptimalkan untuk AI dan dilengkapi dengan kapabilitas uji coba komputasi kuantum. Hal ini memberikan jalur karier yang terstruktur bagi para lulusan di salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di Asia.

CEO BDx Data Centers, Mayank Srivastava, menekankan bahwa pusat data adalah tulang punggung dari revolusi AI yang sedang berlangsung. "Dengan membangun jalur pengembangan talenta lokal bersama ITE, kami memperkuat ketahanan dan kepemimpinan jangka panjang Singapura di bidang infrastruktur digital," ujarnya. Kompetensi praktis sangat diperlukan untuk mendukung operasi layanan keuangan hingga aplikasi AI masa depan.
 
Senada dengan hal tersebut, CEO ITE Peter Lam menyatakan kegembiraannya atas komitmen BDx dalam mengembangkan talenta lokal. Kerja sama ini memungkinkan ITE untuk mengintegrasikan skenario operasional dunia nyata ke dalam kurikulum pembelajaran. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi lulus dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan tuntutan teknis industri yang dinamis.
 
Langkah ini sejalan dengan visi Smart Nation dan Green Data Centre Roadmap Singapura. Berdasarkan data Asosiasi Pusat Data Asia-Pasifik (APDCA), sektor ini saat ini menyediakan 7.000 lapangan kerja bernilai tinggi dan diprediksi akan melonjak hampir tiga kali lipat pada 2030.
 
Kontribusi ekonominya pun diperkirakan tumbuh hingga 8,9 kali lipat dalam periode yang sama.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan raksasa infrastruktur digital ini menjadi jawaban atas lonjakan permintaan layanan komputasi awan.
 
Dengan mempersiapkan tenaga teknis yang terlatih secara lokal, Singapura berupaya memastikan tulang punggung industri digitalnya tetap tangguh dan berkinerja tinggi di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA