Teknologi HAARP. (Sumber Foto: youtube/ Geophysical Institute - UAF Official)
Teknologi HAARP. (Sumber Foto: youtube/ Geophysical Institute - UAF Official)

Mengenal HAARP, Teknologi Riset Ionosfer yang Ramai Dibahas Warganet

Mohamad Mamduh • 09 September 2026 20:15
Ringkasnya gini..
  • Klaim teknologi HAARP sebagai pemicu erupsi gunung api di Indonesia adalah bentuk disinformasi tanpa dasar ilmiah.
  • HAARP merupakan fasilitas riset ionosfer milik UAF di Alaska yang bekerja memanfaatkan gelombang radio frekuensi tinggi.
  • Pakar menegaskan gelombang radio HAARP tak bisa menembus kerak bumi untuk mempengaruhi aktivitas magma di dalam bumi.
Jakarta: Narasi yang mengaitkan teknologi High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) dengan erupsi sejumlah gunung berapi di Indonesia, seperti Gunung Anak Krakatau, kembali beredar di media sosial. Namun, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Apa Itu HAARP dan Bagaimana Cara Kerjanya?


HAARP merupakan fasilitas riset milik University of Alaska Fairbanks (UAF) yang berlokasi di Amerika Serikat. Dirancang sejak 1990, sarana ini berfungsi mengamati ionosfer, lapisan atmosfer atas bumi yang mempengaruhi pemancaran sinyal radio.

Fasilitas ini mengandalkan Ionospheric Research Instrument (IRI) berupa 180 antena frekuensi tinggi di lahan seluas 13 hektare. Perangkat tersebut mampu menembakkan daya radiasi hingga 3,6 megawatt (MW) ke ionosfer untuk kebutuhan eksperimen sains fisika antariksa.
 

Pakar: Gelombang Radio Tak Bisa Picu Erupsi Magma


Tudingan bahwa HAARP dapat memicu erupsi gunung berapi dibantah tegas oleh pakar kegempaan dan mitigasi bencana, Dr. Daryono. Ia menegaskan erupsi merupakan proses endogenik atau pelepasan energi internal bumi yang tidak mungkin dikendalikan oleh teknologi buatan manusia.

Secara teknis, HAARP memancarkan gelombang radio ke ionosfer pada ketinggian 60 hingga 400 kilometer di atas permukaan bumi. Sementara itu, aktivitas vulkanis dan pergerakan magma berada jauh di dalam perut bumi.

Gelombang elektromagnetik HAARP tidak memiliki energi yang cukup untuk menembus batuan padat puluhan kilometer demi mempengaruhi magma bersuhu 1.200 derajat Celcius. Erupsi murni terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah Ring of Fire, sehingga mengaitkannya dengan HAARP adalah bentuk disinformasi. (Nur Aldiansyah Amirulloh)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA