Apa Itu HAARP dan Bagaimana Cara Kerjanya?
HAARP merupakan fasilitas riset milik University of Alaska Fairbanks (UAF) yang berlokasi di Amerika Serikat. Dirancang sejak 1990, sarana ini berfungsi mengamati ionosfer, lapisan atmosfer atas bumi yang mempengaruhi pemancaran sinyal radio.
Fasilitas ini mengandalkan Ionospheric Research Instrument (IRI) berupa 180 antena frekuensi tinggi di lahan seluas 13 hektare. Perangkat tersebut mampu menembakkan daya radiasi hingga 3,6 megawatt (MW) ke ionosfer untuk kebutuhan eksperimen sains fisika antariksa.
Pakar: Gelombang Radio Tak Bisa Picu Erupsi Magma
Tudingan bahwa HAARP dapat memicu erupsi gunung berapi dibantah tegas oleh pakar kegempaan dan mitigasi bencana, Dr. Daryono. Ia menegaskan erupsi merupakan proses endogenik atau pelepasan energi internal bumi yang tidak mungkin dikendalikan oleh teknologi buatan manusia.
Secara teknis, HAARP memancarkan gelombang radio ke ionosfer pada ketinggian 60 hingga 400 kilometer di atas permukaan bumi. Sementara itu, aktivitas vulkanis dan pergerakan magma berada jauh di dalam perut bumi.
Gelombang elektromagnetik HAARP tidak memiliki energi yang cukup untuk menembus batuan padat puluhan kilometer demi mempengaruhi magma bersuhu 1.200 derajat Celcius. Erupsi murni terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah Ring of Fire, sehingga mengaitkannya dengan HAARP adalah bentuk disinformasi. (Nur Aldiansyah Amirulloh)