Solusi daya ini dirancang untuk mendukung operasi mission-critical di berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, transportasi, minyak dan gas, farmasi, makanan dan minuman, kemasan, serta baja.
Menurut Greg Funk, Wakil Presiden Modular Power Converters di Vertiv, sistem UPS konvensional sering kali tidak mampu menangani ketidakstabilan listrik, suhu tinggi, dan kontaminan di udara yang umum terjadi di lingkungan industrial.
Oleh karena itu, Vertiv PowerUPS 6000 Industrial dirancang khusus untuk aplikasi Industri 4.0, menjamin performa andal di tengah kondisi keras di lokasi seperti kilang minyak, lantai pabrik, dan lini produksi.
Vertiv PowerUPS 6000 Industrial dilengkapi dengan rating Ingress Protection IP42, memastikannya tahan terhadap debu dan kelembapan, serta mampu beroperasi pada suhu ambient hingga 50 °C (122 °F). UPS ini berperan penting dalam melindungi sistem kontrol industrial seperti PLC dan sistem SCADA, serta peralatan jaringan dan otomasi lini produksi, yang sangat bergantung pada keandalan daya.
Dari segi desain dan efisiensi, UPS ini memiliki jejak kabinet yang ringkas dan mendukung pemasangan serta servis hanya melalui akses depan, memudahkan proses deployment dan pemeliharaan. Sistem ini sangat efisien, mencapai efisiensi hingga 96% dalam mode double-conversion dan 99% dalam mode ECO. Kompatibilitasnya juga luas, mendukung kabinet baterai VRLA, Ni-Cd, dan Li-ion.
Lebih lanjut, UPS ini dapat mengelola fluktuasi daya industrial berkat rentang tegangan input yang luas (-40% hingga +25%), serta mampu menghadirkan daya terkondisi dengan distorsi harmonik rendah.
Fitur tambahan seperti kemampuan paralel untuk ekspansi dan redundansi, serta PCBA berlapis conformal untuk ketahanan korosi, semakin meningkatkan daya tahannya. Sertifikasi internasional seperti IEC 62040, EN 50121, EN 50171, dan SEMI F47 menegaskan kesesuaiannya untuk aplikasi industrial mission-critical.
Di Asia, otomasi dan peralatan industri yang terhubung semakin meningkat. Sistem ini hadir untuk menjawab sensitivitas lingkungan produksi terhadap fluktuasi daya, sekaligus memastikan uptime yang berkelanjutan di fasilitas yang sangat terotomasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News