Isu ini muncul setelah divisi consumer audio Sennheiser kembali masuk proses penjualan oleh pemiliknya saat ini, Sonova.
Sonova dikabarkan berencana melepas divisi consumer Sennheiser, yang mencakup produk seperti headphone, earbuds, dan soundbar. Langkah ini sering disalah artikan sebagai “tutup”, padahal secara bisnis statusnya adalah exit strategy, bukan penghentian operasi.
Dikutip dari laporan situs Ecoustics, divisi tersebut bahkan sudah diklasifikasikan sebagai “discontinued operation” dalam laporan keuangan, yang justru menjadi sinyal awal proses penjualan.
Poin penting yang perlu dipahami, Sennheiser sebagai perusahaan tidak dijual sepenuhnya. Jadi yang dijual hanya divisi consumer audio. Sementara itu, bisnis profesional tetap dimiliki keluarga Sennheiser, termasuk lini audio profesional dan brand seperti Neumann.
Artinya, nama Sennheiser tetap akan ada di industri audio, hanya kepemilikan produknya yang berpotensi berubah. Meskipun ada rencana penjualan, aktivitas bisnis saat ini masih berjalan seperti biasa, produk tetap dipasarkan, pengembangan produk masih berlangsung, dan layanan purna jual serta garansi tetap berjalan
Tidak ada indikasi penghentian layanan dalam waktu dekat. Keputusan Sonova dipicu oleh ketidaksesuaian strategi bisnis.
Sebagai perusahaan yang fokus pada teknologi medis seperti alat bantu dengar, Sonova menghadapi tantangan saat masuk ke pasar audio konsumen yang sangat kompetitif.
Pasar ini didominasi pemain besar seperti Apple, Sony, dan Bose. Selain itu, divisi consumer audio hanya menyumbang sekitar enam persen dari total pendapatan Sonova, sehingga dianggap tidak lagi sejalan dengan fokus bisnis jangka panjang perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News