Ken Wong, Executive Vice President dan President Solutions and Services Group Lenovo.
Ken Wong, Executive Vice President dan President Solutions and Services Group Lenovo.

Lenovo Tech World 26 Hong Kong

Hybrid AI Advantage, Standar Baru Kecerdasan Buatan

Mohamad Mamduh • 10 Maret 2026 09:30
Ringkasnya gini..
  • Bagi sektor korporasi, Lenovo menawarkan solusi untuk mengatasi kompleksitas data yang terfragmentasi.
  • Lenovo juga memamerkan kekuatan teknologinya dalam mendukung ajang balap internasional.
  • Visi Lenovo tidak berhenti pada perangkat lunak.
Jakarta: Dalam ajang Lenovo Tech World ’26 yang digelar di Hong Kong, Ken Wong, Executive Vice President dan President Solutions and Services Group Lenovo, secara resmi memperkenalkan visi terbaru perusahaan mengenai masa depan kecerdasan buatan melalui Lenovo Hybrid AI Advantage.
 
Ia menekankan bahwa AI kini telah berevolusi dari sekadar teks di layar menuju perangkat fisik dan dunia nyata. Menurutnya, Hybrid AI merupakan standar baru yang mengedepankan arsitektur bertanggung jawab dan disiplin operasional.
 
"Tahun ini, kami memperkenalkan visi ketika AI tidak hanya bekerja melalui satu perangkat, tetapi menjadi pengalaman yang berkesinambungan antara ponsel, tablet, hingga PC secara aman," ujar Wong dalam presentasinya.

Salah satu inovasi yang disorot adalah Personal AI Agent yang mampu melihat dan mendengar apa yang pengguna alami, bertindak sebagai asisten pribadi yang semakin cerdas seiring waktu tanpa mengompromikan privasi data.
 
Bagi sektor korporasi, Lenovo menawarkan solusi untuk mengatasi kompleksitas data yang terfragmentasi. Melalui Lenovo AI Factory, perusahaan dapat mengubah data mentah menjadi solusi siap pakai. Infrastruktur ini didukung oleh AI Library, sebuah katalog layanan AI yang dirancang untuk mempercepat fungsi rantai pasokan (supply chain), layanan pelanggan, hingga pemasaran.
 
Wong menjelaskan bahwa masa depan AI perusahaan tidak bergantung pada satu model besar. Terdapat sistem koordinatif dari berbagai agen yang bekerja sama untuk memberikan hasil yang akurat. Teknologi ini memungkinkan sistem secara otomatis memilih model terbaik untuk tugas tertentu pada waktu yang tepat.
 
Lenovo juga memamerkan kekuatan teknologinya dalam mendukung ajang balap internasional. Sebagai mitra teknologi global Formula 1, mereka mengelola lebih dari 650 terabyte data secara real-time di setiap pekan balap. Teknologi pendingin cair (natural liquid cooling) terbaru digunakan untuk menjaga performa pusat data agar tetap efisien dan hemat energi.
 
Di sektor industri lain, raksasa elektronik Hisense dilaporkan berhasil menurunkan peringatan sistem hingga 40% dan mempercepat penyelesaian insiden sebesar 50% berkat penerapan AI agent Lenovo.
 
Visi Lenovo tidak berhenti pada perangkat lunak. Wong memperkenalkan konsep Physical AI. Kecerdasan buatan diintegrasikan ke dalam robot, drone, dan kendaraan otonom. Melalui kolaborasi dengan WeRide, Lenovo telah mengembangkan sistem pengemudi otonom Level 4 yang mampu melakukan jutaan operasi AI per detik untuk memahami lingkungan sekitar secara presisi.
 
Contoh nyata lainnya adalah penggunaan robot inspeksi di area berbahaya seperti Jikon Peak. Teknologi ini mampu meningkatkan akurasi deteksi hingga 98% sekaligus menekan biaya operasional hingga 80%.
 
"Era kepemimpinan AI selanjutnya tidak ditentukan oleh siapa yang membangun model terbesar, melainkan siapa yang mampu membuat AI beroperasi secara terpercaya, aman, dan berkelanjutan," tutup Wong.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA