Mengutip Gizmochina, sebagai flagship berfokus pada fotografi dengan spesifikasi tinggi, biaya perbaikan perangkat ini tergolong premium, sejalan dengan kelas dan teknologi yang diusungnya. Informasi resmi yang dibagikan mengungkap biaya perbaikan layar Vivo X300 Ultra sebesar CNY1.620 atau sekitar Rp3,5 juta.
Informasi tersebut juga mengungkap bahwa pengguna akan mendapatkan diskon CNY1.320 atau sekitar Rp3,3 juta jika panel lama dikembalikan. Selain itu, biaya perbaikan baterai CNY199 atau Rp430.000, sedangkan back cover atau penutup belakang sebesar CNY350 atau sekitar Rp760.000.
Sementara itu, biaya perbaikan untuk motherboard Vivo X300 Ultra sebesar CNY3.300 atau sekitar Rp7,1 juta untuk varian 12GB/256GB, sedangkan sebesar CNY4.200 atau sekitar Rp9 juta untuk varian 16GB/1TB.
Komponen motherboard menjadi bagian paling mahal karena mencakup chipset, memori, dan penyimpanan utama perangkat. Biaya perbaikan yang tinggi tidak lepas dari spesifikasi kelas atas yang dibawa perangkat ini.
Sebagai pengingat, Vivo X300 Ultra sendiri hadir dengan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera utama 200MP dengan sistem lensa ZEISS, baterai besar 6.600 mAh, dan layar OLED 6,82 inci dengan refresh rate tinggi.
Dengan spesifikasi tersebut, wajar jika komponen internal memiliki harga penggantian yang mahal, terutama untuk bagian inti seperti motherboard. Pengumuman biaya perbaikan ini menjadi informasi penting bagi calon pengguna maupun pemilik perangkat.
Selain mempertimbangkan harga beli, pengguna juga perlu memperhitungkan risiko biaya servis jangka panjang, pentingnya perlindungan tambahan seperti asuransi atau garansi, serta kehati-hatian dalam penggunaan, terutama pada layar dan komponen utama.
Hal ini semakin relevan mengingat tren smartphone flagship saat ini yang semakin rumit dan mahal untuk diperbaiki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News