Pada dasarnya, tim itu melatih sang AI dengan beragam video yang menunjukkan orang-orang sedang berbicara sehingga AI itu dapat belajar membaca gerak bibir.
Menurut Popular Mechanics, deep learning memiliki potensi sangat besar. Sebelum ini, AI DeepMind, AlphaGo berhasil mengalahkan pemain Go profesional. Selain itu, teknik deep learning juga telah digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah. Belum lama ini, peneliti Google juga mencoba untuk melatih AI membuat enkripsi sendiri.
Jika dibandingkan dengan program pembaca bibir lain, tim Oxford berhasil membuat peningkatan performa yang signifikan dalam LipNet. Ia memiliki tingkat akurasi sebesar 93,4 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dari tingkat akurasi manusia. Bahkan, seorang ahli pembaca bibir pun hanya dapat memiliki tingkat akurasi 50 persen.
Saat ini, LipNet masih berada dalam tahap pengujian. Ia dapat membaca bibir dengan baik dari video yang menunjukkan sang pembicara ke arah kamera dan latar belakang yang terang. Karena itu, AI ini tidak cocok untuk digunakan pada aplikasi keamanan atau pengawasan.
Tim Oxford berharap, mereka akan dapat mengembangkan LipNet sebagai asisten untuk tuna rungu atau orang-orang yang kesulitan mendengar.
Inilah video tentang LipNet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News