Menurut The Verge, Lee mengaku kalah setelah bertanding selama 3,5 jam. Dia masih memiliki sisa waktu sebanyak 28 menit dan 28 detik. Pertandingan ini merupakan kali pertama seorang pemain Go profesional 9-dan bertanding dengan sebuah komputer. Lee bertanding untuk mendapatkan hadiah sebesar USD1 juta.
"Saya sangat terkejut," kata Lee setelah pertandingan usai. "Saya tidak menyangka akan kalah. Tapi, saya juga tidak menyangka AlphaGo akan dapat memainkan game dengan begitu sempurna."
Founder DeepMind Demis Hassabis menyebutkan bahwa dia sangat menghormati Lee Se-dol dan kemampuannya bermain. Dia menyebutkan, game antara Lee dan Alpha Go "sangat menarik" dan "sangat menegangkan".
Sementara Team Lead David Silver menyebutkan bahwa pertandingan dengan Lee adalah pertandingan yang mendorong AlphaGo untuk memberikan kemampuan terbaiknya.

Go adalah sebuah game dari Tiongkok kuno yang telah lama dianggap sebagai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi AI. Sekarang ini, AI dapat mengalahkan manusia dalam game seperti catur dan checker, tapi, tingginya tingkat intuisi yang diperlukan untuk bermain Go membuatnya sebagai game yang sulit untuk dimenangkan AI.
Saat ini, AlphaGo adalah program yang paling canggih. Ia memiliki sistem jaringan syaraf yang kompleks dan metode pembelajaran mesin. Tahun lalu, ia berhasil mengalahkan juara Go Eropa Fan Hui. Lee dan AlphaGo akan kembali bertanding sebanyak 4 kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News