Mengutip GSM Arena, penelitian ini menilai iPhone yang terjual selama kuartal fiskal ketiga Apple, berlangsung dari bulan April hingga Juni mendatang. Di antara partisipan survei, iPhone 12 Pro Max dan iPhone 11 menjadi model dengan penjualan terbaik.
Keduanya berkontribusi sebesar 23 persen dari jumlah iPhone yang dibeli partisipan survei tersebut, sedangkan keempat model iPhone 12 berkontribusi sebesar 63 persen dari seluruh model iPhone.
Selama periode yang sama tahun 2020 lalu, iPhone 11 series berkontribusi sebesar 65 persen. Kontribusi iPhone 11 juga menyamai iPhone 12 Pro Max, dua model dengan penjualan terbaik selama kuartal tersebut dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 23 persen.
Di sisi lain, model paling tidak populer selama kuartal kedua tahun 2021 global ini adalah iPhone 12 mini dan iPhone XR. Kedua perangkat ini berkontribusi sebesar lima persen dari seluruh partisipan survei.
Apple tidak tidak melaporkan harga jual rata-rata, alih-alih terfokus pada harga rata-rata ritel tertimbang di Amerika Serikat (US-WARP). CIRP memperkirakan bahwa akan semakin banyak masyarakat yang memilih iPhone 12 Pro Max sebagai ponsel selanjutnya.
Analis menyebut bahwa hal ini berdampak pada kenaikan US-WARP menjadi USD869 (Rp12,6 juta) pada kuartal yang berlangsung pada bulan April hingga Juni lalu, tergolong lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 lalu.
Tren positif lainnya adalah bahwa Apple mencatatkan peningkatan signifikan dalam penjualan melalui operasional ritel miliknya, baik online maupun toko fisik, jika dibandingkan dengan peritel mitranya.
Sementara itu, sebagian besar iPhone yaitu sebesar 66 persen per bulan Juni 2021 di pasar Amerika Serikat dijual melalui mitra operator seluler.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News