“Tema utama konferensi ini, termasuk transformasi digital dan transformasi net zero, merupakan kebijakan strategis yang telah didorong pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Namun, lebih dari sekadar implementasi di tingkat pemerintah daerah, kita harus menegaskan bahwa tujuan utama dari transformasi digital dan net zero adalah berorientasi pada manusia, yaitu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wakil Presiden Republik China Taiwan Bi-khim Hsiao.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Taipei Computer Association (TCA), Taiwan Smart City Solutions Alliance (TSSA), serta berbagai kementerian dan pemerintah kota di Taiwan. SCSE 2026 hadir dengan skala yang signifikan, menampilkan lebih dari 2.250 stan pameran serta menyelenggarakan lebih dari 70 forum profesional.
Kegiatan ini menarik partisipasi luas dari 174 kota di 53 negara, dengan kehadiran lebih dari 3.000 profesional internasional dan 250 startup. Selain itu, kehadiran paviliun tematik baru dari Pemerintah Metropolitan Tokyo dan Polandia menambah dimensi internasional dalam pameran tahun ini.
Tema utama tahun ini, “AI Everywhere”, menegaskan peran kecerdasan buatan sebagai pendorong utama transformasi kota pintar. Hal ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar AI untuk kota pintar yang diperkirakan mencapai USD460,47 miliar (Rp7.826,6 triliun) pada tahun 2034.
Salah satu sorotan utama adalah AI CITY Pavilion, disebut sebagai paviliun pertama di dunia yang berfokus pada konsep Sovereign AI. Paviliun ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi besar seperti ASUS, Foxconn, serta puluhan mitra industri lainnya.
Paviliun tersebut menampilkan arsitektur AI komprehensif yang mencakup infrastruktur komputasi, platform manajemen, hingga layanan aplikasi. Implementasinya diperlihatkan melalui berbagai skenario nyata di kota Tainan dan Kaohsiung, dengan pendekatan berlapis mulai dari komputasi hingga inovasi.
Selain itu, SCSE 2026 juga menampilkan ekosistem robot AI sebagai solusi terhadap tantangan global, seperti penuaan populasi dan keterbatasan tenaga kerja. Robot pintar diperlihatkan dalam berbagai aplikasi, termasuk layanan kesehatan, katering, inspeksi, penanganan bencana, serta logistik dan pergudangan.
Inisiatif City Vision in Action menjadi salah satu program unggulan yang mempertemukan 22 tantangan nyata dari 21 kota global dengan solusi dari industri. Program ini bertujuan menciptakan kerja sama konkret dalam pengembangan kota pintar.
Di sisi lain, pendekatan keberlanjutan juga diangkat melalui kolaborasi dengan Taiwan Tea Corporation yang menghadirkan produk teh berbasis prinsip ESG, mengedepankan budidaya ramah lingkungan dan proses produksi rendah karbon.
Sebagai informasi, rangkaian SCSE 2026 berlangsung di dua kota. Di Taipei, acara digelar pada 17 hingga 20 Maret 2026 di Taipei Nangang Exhibition Center Hall 2. Selanjutnya, pameran akan berlanjut di Kaohsiung pada 20 hingga 22 Maret 2026 di Kaohsiung Exhibition Center.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News