Perawakan stasiun luar angkasa pertama Tiongkok, Tiangong-1 yang sudah kehilangan kontak sejak tahun 2016.
Perawakan stasiun luar angkasa pertama Tiongkok, Tiangong-1 yang sudah kehilangan kontak sejak tahun 2016.

Tiangong-1, Stasiun Luar Angkasa Tiongkok Bakal Jatuh ke Bumi

Cahyandaru Kuncorojati • 16 Oktober 2017 14:44
medcom.id: Dikabarkan bahwa badan antariksa Tiongkok dan PBB tengah menantikan 'kedatangan' stasiun luar angkasa pertama Tiongkok, Tiangong-1, yang diprediksi berhasil menembus atmosfer bumi dan jatuh ke ke daratan.
 
Menurut The Guardian, kedua belah pihak saat ini masih kesulitan membaca lokasi serta waktu jatuhnya stasiun luar angkasa dengan bobot total 8,5 ton di permukaan bumi. Mereka hanya bisa menerka bahwa sisa satelit luar angkasa yang tidak habis terbakar di atmosfer akan menembus lapisan atmosfer dan jatuh beberapa bulan lagi.
 
Dari data yang dipresentasikan oleh ahli astrofisika Harvard University disebutkan, ketinggian stasiun luar angkasa tersebut dari atmosfer tercatat terakhir kali pada bulan Oktober 2016, dan hingga saat ini diketahui semakin mendekat dengan lapisan atmosfer bumi. Badan antariksa Tiongkok sendiri tidak mengetahui persisnya stasiun luar angkasa miliknya kini berada dimana sejak tahun lalu.

"Kemungkinan, bongkahan stasiun luar angkasa akan menembus atmosfer bumi beberapa bulan lagi, entah di penghujung 2017 atau awal 2018. Sulit untuk memprediksi lokasi jatuhnya, paling cepat mungkin sekitar 6 atau 7 jam sebelum benda itu jatuh ke permukaan baru bisa diketahui lokasi persis jatuhnya serta lontaran serpihannya."
 
Tiangong-1 atau yang diartikan dalam bahasa Mandarin sebagai 'Heavenly Palace' atau Istana Surga, diluncurkan pada tahun 2011. Stasiun prototipe ini dianggap sebagai simbol kekuatan Tiongkok dalam kancah persaingan negara-negara di dunia untuk menguasai luar angkasa.
 
Stasiun luar angakasa Tiangong-1 dioperasikan dengan awak dan tanpa awak. Berfungsi sebagai stasiun eksperimen, Tiangong-1 pernah dikunjungi astronot pertama Tiongkok, Liu Yang di tahun 2012.
 
Kondisi waspada seperti ini bukan kali pertama. Tahun 1991, stasiun luar angkasa Uni Soviet Salyut-7 seberat 20 ton yang masih menempel dengan pesawat luar angkasa bernama Cosmos 1686 seberat 20 ton, dan keduanya jatuh di Argentina.
 
Di tahun 1979, stasiun luar angkasa Skylab milik NASA seberat 77 ton  juga jatuh di permukaan bumi, persisnya di bagian barat Australia. Sejauh ini, tidak pernah dilaporkan bahwa peristiwa itu memakan korban jiwa.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA