TSMC memprediksi pasar chip global mencapai USD1,5 triliun pada 2030 dengan AI dan high-performance computing sebagai pendorong utama pertumbuhan.
TSMC memprediksi pasar chip global mencapai USD1,5 triliun pada 2030 dengan AI dan high-performance computing sebagai pendorong utama pertumbuhan.

Ledakan AI, TSMC Prediksi Pasar Chip Global Tembus USD1,5 Triliun per 2030

Lufthi Anggraeni • 15 Mei 2026 16:31
Ringkasnya gini..
  • TSMC memprediksi pasar chip global mencapai USD1,5 triliun pada tahun 2030 berkat ledakan AI.
  • AI dan high-performance computing diperkirakan menyumbang 55% pasar semikonduktor dunia.
  • TSMC mempercepat ekspansi pabrik dan advanced packaging untuk memenuhi lonjakan permintaan chip AI.
Jakarta: TSMC memprediksi pasar semikonduktor global akan melampaui nilai USD1,5 triliun (Rp26.398,9 triliun) pada tahun 2030. Proyeksi terbaru ini meningkat tajam dibandingkan dengan estimasi sebelumnya yang berada di angka USD1 triliun ((Rp17.599 triliun).
 
Mengutip GSM Arena, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi pendorong utama pertumbuhan industri chip dunia. Prediksi tersebut diungkap TSMC melalui materi presentasi menjelang ajang Technology Symposium 2026 yang digelar di Taiwan.
 
Perusahaan menyebut permintaan AI dan high-performance computing (HPC) berkembang jauh lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya. Menurut TSMC, segmen AI dan HPC diperkirakan akan menyumbang sekitar 55% dari total pasar semikonduktor global pada tahun 2030.

Nilai tersebut setara sekitar USD825 miliar (Rp14.519,5 triliun). Setelah itu, smartphone diprediksi menyumbang 20% pasar, sementara sektor otomotif berada di kisaran 10%. TSMC juga memperkirakan permintaan wafer AI accelerator akan meningkat hingga 11 kali lipat dalam periode dari tahun 2022 hingga 2026.
 
Kenaikan tersebut didorong kebutuhan chip untuk data center AI, server generatif AI, hingga perangkat komputasi berperforma tinggi yang terus berkembang. Untuk memenuhi lonjakan permintaan tersebut, TSMC menyebut mereka tengah mempercepat ekspansi kapasitas produksi pada tahun 2025 dan 2026.
 
Perusahaan berencana membangun sembilan fase fasilitas wafer fabrication dan advanced packaging baru sepanjang tahun ini. Selain manufaktur chip, TSMC juga menyoroti pentingnya teknologi advanced packaging seperti Chip on Wafer on Substrate (CoWoS) yang kini menjadi salah satu komponen penting dalam produksi chip AI modern, termasuk yang digunakan perusahaan seperti NVIDIA.
 
Kapasitas teknologi CoWoS disebut diproyeksikan tumbuh lebih dari 80% dari tahun 2022 hingga 2027. TSMC juga tengah memperluas fasilitas produksi global mereka di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman.
 
TSMC sebelumnya telah mengumumkan investasi besar untuk fasilitas produksi di Arizona, Amerika Serikat, yang akan memproduksi chip generasi 2nm dan A16 dalam beberapa tahun mendatang. Dalam paparannya, TSMC menilai AI kini mulai menggantikan smartphone sebagai motor utama pertumbuhan industri semikonduktor.
 
Pergeseran ini dianggap menjadi salah satu perubahan terbesar di industri teknologi dalam satu dekade terakhir. Lonjakan permintaan chip AI juga berdampak besar pada valuasi perusahaan semikonduktor global.
 
Sejumlah produsen chip seperti SK Hynix dan Samsung Electronics disebut mengalami kenaikan valuasi signifikan berkat tingginya kebutuhan memori AI dan High Bandwidth Memory (HBM). Sebagai produsen chip kontrak terbesar di dunia, TSMC saat ini memegang posisi penting dalam rantai pasok teknologi global.
 
Sebagai informasi, TSMC memproduksi chip untuk banyak perusahaan besar seperti Apple, AMD, hingga NVIDIA. Kendati optimistis terhadap pertumbuhan AI, TSMC sebelumnya juga mengakui tetap berhati-hati terhadap potensi gelembung investasi AI.
 
TSMC bahkan meningkatkan belanja modal atau capital expenditure hingga USD52 miliar (Rp915,2 triliun) hingga USD56 miliar (Rp985,6 triliun) untuk tahun 2026 demi memastikan kapasitas produksi mampu mengikuti lonjakan permintaan pasar.
 
Prediksi terbaru TSMC memperlihatkan bagaimana AI kini menjadi kekuatan utama yang mengubah arah industri semikonduktor global. Jika tren ini terus berlanjut, pasar chip diperkirakan akan memasuki era pertumbuhan terbesar dalam sejarah industri teknologi modern.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA