Ilustrasi: NVIDIA
Ilustrasi: NVIDIA

NVIDIA Dorong Keamanan Siber Berbasis AI untuk Infrastruktur Kritis Dunia

Mohamad Mamduh • 27 Februari 2026 10:03
Ringkasnya gini..
  • Salah satu fokus utama adalah penerapan zero trust di lingkungan OT.
  • Akamai turut memperluas platform Guardicore ke BlueField, memungkinkan segmentasi jaringan berskala besar tanpa agen tambahan.
  • Infrastruktur kritis dunia diharapkan lebih siap menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Jakarta: Konektivitas yang semakin erat antara sistem teknologi operasional (OT) dan jaringan TI membawa peluang sekaligus risiko besar bagi industri. Sistem OT yang mengendalikan proses fisik seperti energi, manufaktur, dan transportasi kini rentan terhadap serangan siber modern. Menyadari urgensi ini, mereka memperkenalkan pendekatan baru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat keamanan infrastruktur kritis.
 
NVIDIA bekerja sama dengan sejumlah mitra global, termasuk Akamai, Forescout, Palo Alto Networks, Siemens, dan Xage Security. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan arsitektur keamanan terpadu yang mampu mendeteksi ancaman secara real-time, menegakkan prinsip zero trust, serta menjaga kelangsungan operasional tanpa mengganggu produktivitas.
 
Salah satu fokus utama adalah penerapan zero trust di lingkungan OT. Forescout bersama NVIDIA menghadirkan solusi yang dapat secara otomatis menemukan, mengklasifikasi, dan mengamankan aset OT, IoT, maupun IT. Teknologi BlueField DPU digunakan untuk menegakkan kebijakan keamanan langsung di lapisan jaringan, sehingga ancaman dapat dicegah sebelum menembus sistem inti.

Di sektor otomasi industri, Siemens dan Palo Alto Networks memperkenalkan Industrial Automation DataCenter yang siap AI. Dengan dukungan Prisma AIRS AI Runtime Security, sistem ini mampu memantau lalu lintas industri dan mendeteksi anomali secara cepat. Semua layanan keamanan dijalankan langsung di atas NVIDIA BlueField untuk memastikan latensi rendah dan respons instan.
 
Akamai turut memperluas platform Guardicore ke BlueField, memungkinkan segmentasi jaringan berskala besar tanpa agen tambahan. Sementara itu, Xage Security menghadirkan perlindungan berbasis identitas untuk infrastruktur energi, termasuk pipa, utilitas, dan operasi energi terdistribusi yang menjadi tulang punggung “pabrik AI” masa depan.
 
Pendekatan NVIDIA menekankan arsitektur terpadu: layanan keamanan dijalankan di tepi jaringan melalui DPU, sementara data OT dianalisis di pusat AI untuk mendeteksi pola serangan. Dengan koordinasi ini, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas, mempercepat respons, dan memperkuat ketahanan operasional.
 
Dengan memanfaatkan AI dan komputasi akselerasi, infrastruktur kritis dunia diharapkan lebih siap menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, sekaligus menjaga keselamatan dan kontinuitas layanan vital bagi masyarakat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA