Dengan demikian, pembaruan ini diharapkan dapat mempermudah komunikasi lintas bahasa. Mengutip Digital Trends, sebelumnya fitur terjemahan suara hanya tersedia di versi desktop. Kini, Google mulai menggulirkannya ke perangkat mobile, memperluas akses bagi pengguna yang sering mengikuti rapat melalui smartphone.
Dengan fitur ini, pengguna dapat mendengar terjemahan dari ucapan peserta lain secara hampir real-time, menjadikan ponsel sebagai alat penerjemah langsung dalam percakapan. Teknologi ini didukung model speech-to-speech berbasis AI berkemampuan memproses suara dan menerjemahkannya dalam waktu sekitar dua hingga tiga detik.
Menariknya, hasil terjemahan tidak hanya berupa teks, melainkan audio yang disulih suara atau dubbing mengikuti suara asli pembicara. Pengguna masih dapat mendengar suara asli secara samar, sehingga konteks dan nuansa tetap terjaga.
Pada tahap awal, fitur ini mendukung terjemahan dua arah antara bahasa Inggris dan beberapa bahasa utama lainnya, seperti Spanyol, Prancis, Jerman, Portugis, dan Italia. Namun, sistem saat ini hanya memungkinkan satu pasangan bahasa aktif dalam satu rapat, sehingga seluruh peserta harus menggunakan kombinasi bahasa yang sama.
Kendati membawa peningkatan signifikan, fitur ini masih memiliki beberapa batasan. Misalnya, terjemahan suara tidak akan tersimpan dalam rekaman rapat, sehingga hasil rekaman tetap menggunakan bahasa asli pembicara.
Selain itu, dalam skenario penggunaan ruang konferensi fisik, hanya peserta yang mendengar terjemahan, sementara suara dari ruangan tersebut belum dapat diterjemahkan ke peserta lain. Hadirnya fitur ini merupakan bagian dari strategi Google dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam layanan komunikasi.
Dengan kemampuan terjemahan suara real-time, Google Meet diharapkan dapat mengurangi hambatan bahasa dalam kolaborasi global. Peluncuran fitur speech translation di Google Meet mobile menjadi langkah penting dalam meningkatkan komunikasi lintas bahasa secara real-time.
Kendati masih memiliki keterbatasan, teknologi ini membuka peluang baru bagi kolaborasi global lebih inklusif dan efisien melalui perangkat mobile.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News